Pemprov Sumbar Pantau Pergerakan Rupiah

Padang, Obsessionnews- Meski belum ada karyawan di Sumatera Barat (Sumbar) yang dirumahkan akibat pelemahan rupiah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar terus melakukan pemantauan terhadap pengaruh pelemahan rupiah terhadap dollar AS pada sektor tenaga kerja di daerah tersebut. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, Sofyan mengatakan, pemantauan yang dilakukan sejalan dengan pelemahan rupiah melakukan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dengan melibatkan Dewan Pengupahan Sumbar untuk menentukan Upah Minimum Regional(UMR) 2016 "Hingga saat ini keadaan masih stabil. Belum ada laporan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena efek pelemahan nilai mata uang," kata Sofyan saat pelantikan Penjabat (Pj) Kabupaten Pasaman Barat di aula gubernuran, Kamis (27/8). Berdasar survei yang dilakukan pihaknya, kata Sofyan, tidak ada PHK yang dilakukan pihak perusahaan di Sumbar. Kalaupuan ada persoalan di lapangan, misalnya, Dewan Pengupahan akan mendapatkan informasi dan meneruskannya kepada Pemprov Sumbar. Menurut Sofyan, PHK terjadi jika perusahaan membutuhkan biaya tinggin sementara produksi menurun. Kondisi demikian di Sumbar akibat pelemahan rupiah belum berdampak secara signifikan. "Sekarang hal itu belum terjadi. Mudah-mudahan ke depan tetap stabil seperti ini," katanya. Sofyan meminta kepada pihak perusahaan untuk tidak secara langsung melakukan PHK jika situasi terus memburuk akibat pelemahan rupiah. "Kita berharap, pelemahan rupiah terhadap dollar AS tidak berlanjut sehingga tidak berdampak terhadap persoalan ketenagakerjaan di daerah kita," ujar Sofyan. (Musthafa Ritonga)





























