Pas Pelabuhan Naik 100 Persen

Surabaya, Obsessionnews – Tarif baru pelayanan tanda masuk (PAS) Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Perak akan berlaku mulai tanggal 15 Oktober 2015. Kenaikan tarif pas sebesar 100 persen ini ditetapkan berdasarkan peraturan pemerintah tentang penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Kesepakatan itu disetujui bersama dalam rapat pembahasan penyesuian tarif Pas Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Rabu (26/8/2015), antara operator pelabuhan dan operator kapal penumpang. Mengenai kenaikan tarif Pas Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Perak ini, Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo Cabang Tanjung Perak, Dhany R. Agustian mengatakan tarif baru ini ditetapkan berdasarkan perihal yang mengacu pada PP Nomor 11 Tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis penerimaan negara bukan pajak yang berlaku pada Kementerian Perhubungan. “Efektif dengan tarif baru pada 15 Oktober 2015 mendatang,” kata Dhany, Kamis (28/8/2015). Mengenai besaran kenaikan tarif yang disepakati antara PT Pelindo III sebagai pengelola pelabuhan dengan sejumlah operator kapal, Dhany menjelaskan, jika sebelumnya tarif Pas Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Perak yakni Rp7.500 kini menjadi Rp15.000. Kenaikan tarif pas terminal penumpang itu mengingat dalam 7 tahun terakhir tarif belum pernah mengalami penyesuaian. “Padahal kami ditutut kualitas pelayanan sesuai perkembangan dunia kepelabuhanan,” jelasnya. Terhadap penyesuaian tarif tersebut, pihak operatar kapal penumpang meminta kepada PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak untuk melakukan perbaikan pelayanan. Adapun prioritas perbaikan pelayanan itu, yakni disediakan tangga mobile untuk embarkasi dan debarkasi kapal penumpang dan atau melakukan perbaikan tangga mobile yang disediakan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). “Menyesuaikan gedungnya (Gapura Surya Nusantara) maka perlu tangga mobile layaknya di bandara. Meski empat tanggal yang kami miliki masih bagus,” kata Manager Operasional PT Pelni Cabang Surabaya, Rijal. Ia menambahkan, perbaikan pelayanan lainnya, yakni penambahan alat pemindai X-ray di Terminal Penumpang GSN, perbaikan saluran air yang bocor ke area dermaga dan perbaikan layanan sistem aplikasi untuk e-boarding di Terminal Penumpang. “Selain itu, arpon (dermaga,red) harus steril dari orang yang tidak berkepentingan. Karena musim angkutan lebaran masih banyak ditemukan pedagang asongan, pengantar-penjemput dan travel,” cetusnya. Masuknya orang-orang tidak berkepentingan pada area dermaga atau Lini 1, menurut Rijal, karena lemahnya pengawasan oleh pihak pengelola. “Di pintu masuk, orang tidak memiliki ID Card atau yang tidak berkepentingan seharusnya sudah dilarang masuk,” tegasnya. Terkait permintaan tangga mobile, Pelabuhan Cabang Tanjung Perak akan memperlebar dan memperkokoh jalan tangga mobile lama dengan menyesuaikan lebar tangga Garbarata. “Sedangkan X-ray tahap perakitan. Rencananya dua unit akan diletakkan di pintu timur (dekat loket) terminal penumpang,” paparnya. Mengenai masih ditemukan orang-orang yang tidak berkepentingan berada di dermaga Jamrud Utara, lanjut Dhany, pihaknya akan meminta Pelni untuk menempatkan petugasnya bersama dengan port sequrty Tanjung Perak menjaga di pintu masuk dermaga. “Kedepan, ada penjagaan dari Pelni. Karena, mereka (pedagang asongan) disinyalir bekerja sama oknum Pelni yang memberikan rekomendasi berupa memo mengangkut barang tapi justru berjualan,” ungkapnya. (GA Semeru)





























