FOTO Aksi Damai Komplek Perwira Mabad

[caption id="attachment_57392" align="aligncenter" width="640"]
Seorang warga Mabad membagikan setangkai bunga kepada pengendara sepeda motor yang melintas sebagai tanda melakukan aksi damai di depan Komplek Perwira Mabad, Kel. Sukabumi Utara, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (27/8). Aksi damai ini sebagai bentuk menolak pengusiran paksa oleh Komando Daerah Militer Jaya pada tanggal 7 September mendatang. Warga menolak meninggalkan kompleks itu karena sudah menempati kompleks sejak tahun 60 lalu. Warga menyebutkan bahwa rumah yang mereka tempati dibangun dari hasil jerih payah mereka sendiri. Foto: Edwin B/Obsessionnews[/caption] [caption id="attachment_57393" align="aligncenter" width="640"]
Seorang warga sedang melintasi spanduk yang bertuliskan "Posko Tolak Penggusuran" di Komplek Perwira Mabad, Kel. Sukabumi Utara, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (27/8). Aksi damai ini sebagai bentuk menolak pengusiran paksa oleh Komando Daerah Militer Jaya pada tanggal 7 September mendatang. Warga menolak meninggalkan kompleks itu karena sudah menempati kompleks sejak tahun 60 lalu. Warga menyebutkan bahwa rumah yang mereka tempati dibangun dari hasil jerih payah mereka sendiri. Foto: Edwin B/Obsessionnews[/caption]
Seorang warga Mabad membagikan setangkai bunga kepada pengendara sepeda motor yang melintas sebagai tanda melakukan aksi damai di depan Komplek Perwira Mabad, Kel. Sukabumi Utara, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (27/8). Aksi damai ini sebagai bentuk menolak pengusiran paksa oleh Komando Daerah Militer Jaya pada tanggal 7 September mendatang. Warga menolak meninggalkan kompleks itu karena sudah menempati kompleks sejak tahun 60 lalu. Warga menyebutkan bahwa rumah yang mereka tempati dibangun dari hasil jerih payah mereka sendiri. Foto: Edwin B/Obsessionnews[/caption] [caption id="attachment_57393" align="aligncenter" width="640"]
Seorang warga sedang melintasi spanduk yang bertuliskan "Posko Tolak Penggusuran" di Komplek Perwira Mabad, Kel. Sukabumi Utara, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (27/8). Aksi damai ini sebagai bentuk menolak pengusiran paksa oleh Komando Daerah Militer Jaya pada tanggal 7 September mendatang. Warga menolak meninggalkan kompleks itu karena sudah menempati kompleks sejak tahun 60 lalu. Warga menyebutkan bahwa rumah yang mereka tempati dibangun dari hasil jerih payah mereka sendiri. Foto: Edwin B/Obsessionnews[/caption] 




























