Dapat Diskon, Konsumen yang Tak Gunakan Kantong Plastik

Dapat Diskon, Konsumen yang Tak Gunakan Kantong Plastik
Bandung, Obsessionnews - Walikota Bandung Ridwan Kamil mengajak Asosiasi Peritail Indonesia (Aprindo) memberikan reward dan diskon kepada para konsumen yang tidak menggunakan kantong plastik. "Rewardnya sudah dikonsepkan, cuman bentuknya jadi apa, saya minta kepada aprindo untuk kompak aja. Dimana ada yang belanja pointnya bisa dituker bersama di perusahaan itu,"ungkap Ridwan Kamil  di Trans Studio Mall saat kampanya pengurangan kantong plastik, Kamis (27/8). Sebagai salah satu kota yang memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang pengurangan sampah plastik tahun 2012, Pemerintah Kota Bandung menurut Ridwan Kamil, saat ini sedang memperbanyak sosialisasi konsep tersebut ke beberapa pasar tradisional, supermarket dan sekolah-sekolah. diskon0 Sosialiasi tersebut cukup berhasil, dari 38 pasar tradisional baru tiga pasar yang telah melaksanakan penggunaan plastik ramah lingkungan. Sementara itu hampir 90 persen anggota ritail yang tergabung pada Asosiasi Peritail Indonesia (Aprindo) juga melakukan hal sama. Tiga pasar tradisional tersebut terdiri dari pasar kosambi, sederhana dan karapitan. Untuk anggota ritail, Hypermart, Carrefour, Giant, Lottemart, Borma, Yogya, Griya, Superindo, Indomaret, Alfamart, Alfamidi, Yomart, Circle K, Matahari, Metro, Ramayana dan Ace Hardware. Menurut Ridwan Kamil dukungan dari toko-toko dan ritel-ritel, maka budaya belanja yang biasanya boros kantong plastik bisa dikurangi penggunaannya. Selain itu untuk memberikan ide baru dalam konsep tersebut diantaranya, apabila pembeli saat berbelanja tidak meminta kantong plastik,  akan diberikan point.Nantinya point tersebut bisa dikumpulan dan akan menjadi diskon atau barang yang bisa ditukarkan kira-kira enam bulan atau setahun sekali. diskon1 Dikatakannya konsep tersebut telah dikampanyekan di pasar-pasar tradisional, sambil memberi reward agar terjadi kegairahan hemat kantong plastic. "Sehingga tadi kita memberi penghargaan kepada peritel dan anak-anak sekolah, yang khususnya sekolah Adiwiyata yang memang tadi kita lihat sangat peduli lingkungan," ungkapnya Selain peduli lingkungan gerakan pungut sampah di sekolah Adiwiyata, Ridwan Kamil  mengaku cukup senang karena dari gerakan itu menghasilkan barang-barang yang kreatif. "Gerakan pungut sampah yang dilakukan anak sekolah hasilnya dipilah dan dijadikan barang atau kerajinan merupakan kombinasi gerakan pungut sampah dan kreatifitas luar biasa bahkan dapat menghasilkan uang," pungkasnya. (Dudy Supriyadi)