Berencana Beli Tanah, Walikota Bandung Sapa Warga

Bandung, Obsessionnews - Walikota Bandung Ridwan Kamil menyapa Warga di Kecamatan Bandung Kidul Kota Bandung dan berencana membeli tanah di kawasan Pasar Kordon Kecamatan Bandung Kidul Kota Bandung seluas 900 meter untuk dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan pelebaran jalan. Usaha pembelian lahan tersebut sedikit terkendala dengan harga jual dari pemilik Pasar Kordon yang masih terlalu tinggi. Menurut Ridwan Kamil, pemilik Pasar Kordon meminta harga dua kali lipat dari harga pasaran, sehingga terlalu tinggi untuk standar kelayakan. "Angkanya diminta dua kali lipat di harga pasaran, itu yang belum bisa dicari pembenarannya, lahan yang dibeli cuman 900 meter," ujarnya, Kamis (27/8).
Ridwan Kamil menegaskan, lahan tersebut untuk pelebaran jalan sebagai solusi mengurai kemacetan serta ruang terbuka hijau. Jika lahan tersebut telah dibeli, maka pasar kordon akan dipindahkan ke daerah Puskesmas yang lokasinya hanya 100 meter dari pasar kordon dengan dana yang sudah disiapkan. "Kita sudah menyediakan dananya untuk membeli tanah, namun belum ada kesepakatan," ungkap Walikota Bandung. Untuk tahun ini Pemkot Bandung menganggarkan dana sekitar Rp. 300 Milliar untuk pembebasan beberapa lahan yang akan dipergunakan untuk berbagai keperluan, seperti pembangunan Rumah Sakit Keluarga, Ibu dan Anak (RSKIA), dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Sementara itu dalam program sapa warga Kecamatan Bandung Kidul tersebut meminta warga untuk tetap mejaga kebersihan sungai agar tidak terjadi banjir saat musim hujan nanti.
Menurut Walikota, masalah di daerah Bandung Kidul itu terkait dengan kebersihan sungai, sehingga beberapa wilayah Selatan ini rata-rata menjadi akhir proses sungai, khususnya juga di daerah Bandung Kidul. Pada program sapa warga tersebut Walikota meninjau sungai Ciateul yang berada di kawasan Buah Batu Regency dan meminta izin pemilik dari komplek tersebut untuk membobok dinding agar bisa dilakukan pembersihan "Kita meminta izin ke Buah Batu Regency, membobok dinding, sebelum musim hujan datang kita akan mengeskavasi pendangkalan sungai," imbuhnya.
Peninjauan juga dilakukan ke curug Ece untuk mencaro solusi agar tidak banjir, salahsatunya dengan membangun bendungan. Menurut Walikota sudah dibuat pagar di pinggir jembatan sehingga mengurangi warga yang buang sampah, minggu depan dijadwalkan membangun pagar disisi lainnya. (Dudy Supriyadi)
Ridwan Kamil menegaskan, lahan tersebut untuk pelebaran jalan sebagai solusi mengurai kemacetan serta ruang terbuka hijau. Jika lahan tersebut telah dibeli, maka pasar kordon akan dipindahkan ke daerah Puskesmas yang lokasinya hanya 100 meter dari pasar kordon dengan dana yang sudah disiapkan. "Kita sudah menyediakan dananya untuk membeli tanah, namun belum ada kesepakatan," ungkap Walikota Bandung. Untuk tahun ini Pemkot Bandung menganggarkan dana sekitar Rp. 300 Milliar untuk pembebasan beberapa lahan yang akan dipergunakan untuk berbagai keperluan, seperti pembangunan Rumah Sakit Keluarga, Ibu dan Anak (RSKIA), dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Sementara itu dalam program sapa warga Kecamatan Bandung Kidul tersebut meminta warga untuk tetap mejaga kebersihan sungai agar tidak terjadi banjir saat musim hujan nanti.
Menurut Walikota, masalah di daerah Bandung Kidul itu terkait dengan kebersihan sungai, sehingga beberapa wilayah Selatan ini rata-rata menjadi akhir proses sungai, khususnya juga di daerah Bandung Kidul. Pada program sapa warga tersebut Walikota meninjau sungai Ciateul yang berada di kawasan Buah Batu Regency dan meminta izin pemilik dari komplek tersebut untuk membobok dinding agar bisa dilakukan pembersihan "Kita meminta izin ke Buah Batu Regency, membobok dinding, sebelum musim hujan datang kita akan mengeskavasi pendangkalan sungai," imbuhnya.
Peninjauan juga dilakukan ke curug Ece untuk mencaro solusi agar tidak banjir, salahsatunya dengan membangun bendungan. Menurut Walikota sudah dibuat pagar di pinggir jembatan sehingga mengurangi warga yang buang sampah, minggu depan dijadwalkan membangun pagar disisi lainnya. (Dudy Supriyadi) 




























