Unsoed Berbagi Pengalaman Air untuk Pertanian di Malaysia

Unsoed Berbagi Pengalaman Air untuk Pertanian di Malaysia
Malaysia, Obsessionnews - Air merupakan salah satu kebutuhan dasar kehidupan, termasuk dalam pertanian.  Air dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah dan kualitas yang memadai, tidak kurang dan tidak juga berlebihan. Jika jumlahnya berlebihan, mengakibatkan sedimentasi/pendangkalan sungai, kontaminasi air sungai oleh nutrisi tanah/senyawa kimia yang terangkut di dalam aliran permukaan/ sedimen, dan lain-lain.  Sebaliknya, jika jumlahnya kurang akan berdampak pada tidak optimalnya produktivitas tanaman yang dibudidayakan. Untuk itu, pengelolaan air dan lingkungan yang berkelanjutan menjadi tugas penting semua pihak, termasuk akademisi. Khusus untuk dosen, hal ini dapat dilakukan melalui tahapan riset yang komprensif, pendidikan (knowledge sharing), dan pengabdian kepada masyarakat atau yang dikenal dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal inilah yang mendasari dua dosen Teknik Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah, Krissandi Wijaya PhD (S3 Tokyo University of Agriculture and Technology Jepang) dan Dr Ardiansyah (S3 The University of Tokyo Jepang), mengikuti dan mempresentasikan makalah hasil penelitiannya pada PAWEES-INWEPF Joint International Conference 2015 dengan tema “Solution for Sustainable Water Management and Environmental Management” di Kuala Lumpur, Malaysia, 19 – 21 Agustus 2015. [caption id="attachment_57204" align="aligncenter" width="480"]FP Unsoed di Malaysia FP Unsoed di Malaysia[/caption] Air adalah media paling efektif  untuk melarutkan dan mengangkut nutrisi di dalam tanah ke zona perakaran untuk kemudian diserap tanaman. Ketersediaan air dan nutrisi di dalam tanah sangat dipengaruhi oleh sifat fisik, kimia, dan biologis tanah.  Selain itu, keefektifan penyerapan air dan nutrisi tanah oleh tanaman ditentukan oleh lingkungan atmosfer di sekitarnya. Presentasi Krissandi Wijaya meliputi praktek pertanian yang tepat untukdilakukan didataran tinggi yang berbukit dan rentan erosi. Bagaimana meningkatkan produktivitas dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan (menguran gi erosi). Presentasi Ardiansyah, terutama mengenai produktivitas SRI dalam kaitannya dengan konsumsi air dan pengambilan nitrogen.  Menurut Ardiansyah, sangat perlu untuk mengkaji evapotranspiration dan ketersediaan nitrogen untuk mengetahui biomassa tanaman padi, terutama produksi padi pada tanaman SRI. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi kerjasama lebih lanjut dengan delegasi dari beberapa negara.  Pihak UPM menginformasikan akan adanya seminar mengenai Teknik Pertanian (Agriculture Engineering) secara luas pada tahun 2016 mendatang. Teknik Pertanian Unsoed diharapkan dapat berpartisipasi maksimal pada seminar tersebut. Pembicaraan-pembicaraan mengenai perkembangan ilmu yang berkaitan dengan Manajemen Sumberdaya Air untuk Pertanian (Agriculture Water Management) juga dilakukan dengan ilmuwan-ilmuwan dari Jepang. (Red)