PSK Asal Jatim Positif HIV

PSK Asal Jatim Positif HIV
Surabaya,Obsessionnews – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta petugas kesehatan dan rumah sakit di daerah untuk memantau kesehatan para mantan pekerja seks komersial (PSK) Tanjung Elmo Kampung Asri Kecil Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura pasca penutupannya. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jawa Timur, Hizbul Waton mengatakan pemantauan tersebut untuk meminimalkan penyebaran penyakit kelamin dan virus HIV-AIDS. “Kondisi kesehatan mereka (PSK) yang telah pulang agar diperhatikan betul,” katanya menirukan pesan yang disampaikan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Dengan melakukan pendataan terhadap para PSK eks Tanjung Elmo itu, maka Pemprov Jatim bisa memantau kondisi itu lebih mudah. “Ini yang perlu terus dikontrol dengan terus melakukan pemantauan, baik terhadap identitas maupun terhadap kesehatan mereka,” tegasnya. Pemantauan tersebut seiring pemulangan 51 esk PSK Tanjung Elmo Kampung Asri Kecil Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura ke daerah masing-masing di Jawa Timur. Mereka tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (26/8), mendapatkan bantuan sebesar Rp5.050.000 dari Kementerian Sosial dan Rp5.000.000 dari pemerintah daerah Jayapura. “Kita data kebutuhan dan keinginan mereka. Nantinya, bantuan tidak sama antara satu dengan lainnya,” imbuh Hizbul Waton. 51 PSK itu yang paling banyak berasal dari Malang. Rinciannya 12 PSK berasal darti Malang, kemudian 2 PSK dari Blitar, lalu 2 PSK asal Gresik, 4 PSK asal Banyuwangi, serta 7 PSK asal Kota Surabaya. Selain itu juga ada 1 PSK asal Jember, kemudian 3 PSK asal Pasuran, 3 PSK asal Lumajang, 1 PSK asal Lamongan, 2 PSK asal Jombang, 2 PSK asal Mojokerto, 3 PSK asal Kediri, lalu 1 asal Bondowoso, serta 3 PSK asal Bojonegoro. Sedikitnya 3 PSK asal Tulungagung dan Nganjuk 1 PSK. Ia mengaku pihaknya mengkhawatirkan eks PSK Tanjung Elmo akan beralih ke Balongcangkring, Kota Mojokerto pasca penutupan lokalisasi di Papua tersebut. Padahal, lokalisasi di bawah naungan Yayasan Mojopahit itu paling akhir triwulan tahun 2015 sudah ditutup. “Kami akan terus koordinasi dengan pemerintah setempat. Masalnya disitu (Balongcangkring) tidak hanya praktek prostitusi tapi juga banyak multi tuna,” akunya. Tarik ulur penutupan lokalisasi Balongcangkring, Kota Mojokerto oleh Pemprov Jatim, diketahui belum adanya titik temu pesangon yang diberikan bagi 130 PSK. Padahal, Biro Kesra Setdaprov Jatim bersama Kemensos hingga Pemkab/Pemkot terus bersinergi dalam menyiapkan anggaran terkait penutupan lokalisasi tersebut. Dari hasil pemeriksaan kesehatan, satu orang diketahui positif HIV. “Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui salah satu PSK terbukti positif HIV,” ungkap petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Tanjung Perak yang enggan disebutkan namanya. Informasi yang dihimpun, sebanyak 39 PSK di lokalisasi Tanjung Elmo dikenal dengan sebutan ‘turki’ (turunan kiri) itu positif HIV/AIDS. Meski di lokalisasi yang terletak di tepi Danau Sentani mewajibkan memakai kondom sudah lama diterapkan, namun program kondom pun ternyata banyak laki-laki yang tak mau memakai kondom. “Ah, laki-laki sana (penduduk asli) gak mau pakai kondom,” kata seorang PSK kepada Obsessionnews. Terkait dengan kasus HIV/AIDS pada PSK di Tanjung Elmo, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura, Harold Monim, membantah jika ada penderita HIV/AIDS di wilayah tersebut. “Di dalam (Tanjung Elmo) ada tempat klinik berobatnya, ditempat itu juga diwajibkan pemakaian kondom,” tegasnya. (GA Semeru)