Kemas Danial: UMKM Masih Aman

Jakarta, Obsessionnews - Di tengah perlambatan ekonomi nasional, hampir seluruh sendi dihantam. Bahkan bukan tidak mungkin krisis moneter yang terjadi tahun 1998 lalu terulang lagi. Lantas, bagaimana dengan nasib usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ? Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) bilang, pengaruhnya belum cukup berarti. Namun, ada klien (pelaku UMKM) yang meminta perpanjangan waktu kredit. "Ini artinya, jika dibanding bank kredit LPDB lebih menarik. Buktinya setiap hari banyak yang antri," kata dia kepada obsessionnews.com di Jakarta, Rabu (26/8). Hingga saat ini, binaan LPDB yang mengalami masalah terkait perlambatan ekonomi nasional ada pada sektor industri yang memerlukan bahan baku dari impor. Misalnya pengrajin tahu-tempe, serta peternak ayam. Para pelaku usaha di bidang tersebut pun meminta perpanjangan masa kredit. "Ini tidak bisa dibiarkan. Kalau tidak bisa mati," kata Kemas. Sementara itu, para pelaku UMKM yang memproduksi barang untuk kepentingan ekspor, kinerjanya masih terbilang bagus. Sebab bahan baku, masih tersedia di dalam negeri. Namun menurut Kemas, penurunan nilai tukar rupiah yang sudah menyentuh 11% sejak awal tahun, jangan sampai menembus angka 15%. "Kalau tembus 15 persen daya beli masyarakat turun," sebut dia.(Mahbub Junaidi)





























