Ancaman Krisis di Depan Mata, Pemerintah Harus Tanggap

Jakarta, Obsessionnews - Perlambatan pertumbuhan ekonomi dan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membuat sejumlah kalangan mulai resah. Pasalnya, ancaman krisis bisa menjadi sesuatu yang mungkin terjadi apabila pemerintah tidak segera tanggap. Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Kemas Danial mengatakan, situasi eknomi yang terjadi saat ini dengan nilai tukar rupiah yang sudah menyentuh pada level Rp 14 ribu merupakan sebuah peringatan keras bagi pemerintah. "Ini justru saya katakan bahwa binaan LPBD sekarang terutama di sektor impor ini masalah," ujar Kemas di sela-sela pelantikan Dewan Pengawas LPDB di Jakarta, Rabu (26/8/2015). Menurut dia, Indonesia sudah hampir berada di ambang krisis ekonomi seperti yang pernah terjadi pada tahun 1998 lalu. Walaupun pelemahan mata uang rupiah terjadi akibat situasi ekonomi global, namun kata dia antisipasi pemerintah wajib dilakukan. "Daya beli orang gak ada, jadi percuma saya kalau di sektor riil bertahan daya beli gak ada, ya bangkrut juga," katanya. Danial pun meminta pemerintah harus membangkitkan rasa kepercayaan para investor agar pertumbuhan ekonomi bisa bergerak naik melalui sektor-sektor produktif. "Sehingga rupiah ini tidak menjadi sasaran empuk bagi orang-orang yang mempermainkan," ungkap dia. (Has)





























