Perajin Tahu Tempe Kesulitan Air Bersih

Perajin Tahu Tempe Kesulitan Air Bersih
Subang, Obsessionnews – Perajin tahu dan tempe di Subang harus berhadapan dengan kesulitan air bersih saat kemarau sekarang. Menurut Ibu Ayim, salah seorang perajin tahu di Komplek Kopti Subang mengatakan cukup berat dengan kesulitan air yang membuat produksi agak terganggu. Sedangkan dalam produksi tahu maupun tempe memerlukan banyak air. Sebagian besar perajin mengandalkan air yang bersumber dari sumur. Seringkali air yang disedot kondisinya kotor oleh tanah. “Harus didiamin dulu biar namper (mengendap) dulu tanahnya baru bisa digunakan,” ujarnya kepada Obsessionews.com, Selasa (25/8/2015). Hal yang sama dikatakan oleh Bapak Lili sebenarnya dengan kanaikan nilai tukar dollar tidak terlalu berpengaruh pada produksi tetapi yang paling berpengaruh adalah kesulitan air. [caption id="attachment_57055" align="aligncenter" width="640"]Produk Tempe di Komplek Kopti Subang Jawa Barat tidak terpengaruh Nilai Tukar Dollar Amerika Produk Tempe di Komplek Kopti Subang Jawa Barat tidak terpengaruh Nilai Tukar Dollar Amerika[/caption] Kenaikan Dollar Tak Pengaruh Nilai tukar mata uang Dollar Amerika terhadap Rupiah secara umum tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga kacang kedelai. Lili mengakui memang selama ini terjadi kenaikan harga kacang kedelai, tetapi itu terjadi sejak bulan Ramadhan dengan kisaran harga Rp72 ribu – Rp74 ribu per kwintal (100 kg) dari kisaran Rp69 ribu – Rp70 ribu per kwintal. Rata-rata para perajin tahu menghabiskan bahan kacang kedelai sebanyak 50 – 70 kg dan perajin tempe menghabiskan bahan kacang kedelai antara 100 – 130 kg tiap kali produksi dalam sehari. Hal berbeda dikatakan oleh Bapak Lili, salah seorang perajin tempe yang merasakan bahwa kenaikan harga bahan kacang kedelai tidak terlalu signifikan dirasakan. Karena fluktuasi sudah biasa terasa sejak lebaran. (Ted)