BPS Sembunyikan Hasil Survey Tak Dapat Dibenarkan

Jakarta, Obsessionnews - Badan Pusat Statistik (BPS) dituding menyembunyikan berbagai perkembangan indikator sosial dan ekonomi masyarakat. Sebab, kalau biasanya setiap tahun di bulan Maret BPS melakukan survey sosial ekonomi nasional dan mengumumkannya pada Juli di tahun yang sama, tapi kali ini tidak. Keterangan tertulis Institute for Development of Economics and Finance (Indef) seperti yang diterima obsessionnews.com menyebutkan, data BPS tersebut menjadi bahan evaluasi kinerja pemerintah yang biasanya disampaikan pada pidato kenegaraan serta penyampaian nota keuangan. "Namun anehnya Presiden juga seolah kelupaan menyampaikan capaian indikator kesejahteraan seperti tingkat kemiskinan dan pengangguran," tulis Indef. Fadhil menjelaskan, informasi serta data indikator kesejahteraan sangat penting bagi pemerintah dalam merencanakan, mengevaluasi dan menentukan program guna mencapai target serta sasaran pembangunan. Selain itu, indikator ini menjadi tujuan utama dan keberhasilan pembangunan. Semua kebijakan dan program pembangunan ekonomi, pada akhirnya diuji sampai sejauh mana dampaknya terhadap menurunnya kemiskinan dan pengangguran. Indef mengatakan, menunda atau menyembunyikan hasil temuan merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Terlebih, jika beralasan perkembangan yang terjadi tidak sesuai target yang ditetapkan pemerintah. (Mahbub Junaidi)





























