Bahan Kulit Bukan Naik Tapi Pindah Harga

Bahan Kulit Bukan Naik Tapi Pindah Harga
Subang, Obsessionnews – Kenaikan nilai tukar Dollar Amerika terhadap Rupiah membawa pengaruh cukup signifikan terhadap industri kulit. Pengaruh ini sangat terasa bagi produsen sepatu kulit di Subang dengan naiknya harga bahan baku kulit. Menurut salah seorang perajin kulit, Chairuddin (50 tahun) mengatakan pengaruhnya sangat terasa. “Harga kulit bukan naik lagi, (tapi) pindah harga,” ujarnya saat ditemui Obsessionnews.com di tempat kerjanya, Selasa (25/8/2015). Chairuddin mengungkapkan, harga 1 feet bahan kulit biasanya di kisaran Rp14 ribu sampai Rp18 ribu sekarang mengalami kenaikn menjadi Rp35 ribu per feet. Diakui cukup sulit kalau sampai menaikan harga jual dengan mengikuti kenaikan harga kulit. Khawatir pelanggan kaget. “Kalau naik dari 150 menjadi 160 atau 165, ‘kan masih wajar. Tetapi kalau naik sampai 50 – 100 ribu, ‘kan bikin (pelanggan) kaget,” jelasnya. Harga jual untuk alas kaki wanita masih dikisaran Rp110 ribuan sedangkan untuk pria semisal sepatu kerja model pantofel dijual Rp150 ribu. “Itu juga sudah mepet dengan pembelinya masih golongan pribadi. Saya jamin harga masih jauh dibawah di tempat lain,” tambahnya. Pesanan untuk yang partai besar masih menerima sekitar 10 – 20 pasang. Sedangkan untuk partai besar belum ada lagi. Untuk itu Chairuddin berusaha menyiasati bahan dengan tetap menjaga kualitas ketahanan produk. “Makanya sekarang saya menyiasati bahan antara bahan kulit sepatu dan sendal dengan tetap menjaga kualitas,” jelasnya. Disamping itu menghentikan produksi yang menggunakan kulit mengkilap yang biasa dipesan oleh anggota Kepolisian. Hanya akan memproduksi berdasarkan pesanan. “Sementara saya Dengan fluktuasi harga bahan dikhawatirkan timbul kelangkaan bahan yang akan mengganggu produktifitas yang menjadi gantungan karyawannya. Sampai sekarang Chairuddin tidak megurangi jumlah karyawannya. “Mudah-mudahan nggak (ada pengurangan karyawan),” pungkasnya. (Ted)