Kampung Pulo dan Reklamsi Ciliwung, Permainan Oknum

Jakarta, Obsessionnews – Dahulu bantaran Kali Ciliwung tempatnya Asri dan nyaman, dipenuhi pohon-pohon yang rindang, memiliki area yang luas. Karena adanya kemungkinan oknum yang bermain, kali tersebut direklamasi menjadi sebuah daratan. Dari dokumen, luasnya sekitar 20 meter, namun kini telah berubah menajadi lebar tiga meter atau lima meter. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku telah mengirim intel untuk menyelidiki sejarah Kampung Pulo, Kali Ciliwung. “Kita taruh intel, untuk tanya orang. Study disana, orang tua-tua dulu. Ciliwung gimana sih, dikampung pulo? oh lebar katanya, ada pohon-pohon rindang. Dan foto lama ada dua puluh meter, sekaranag tinggal tiga meter , lima meter, artinya itu penduduk asli bukan? Itu tukang rekramasi sungai,” ucap Gubernur DKI yang akrab dipanggil Ahok di Balaikota, Jakarta, Selasa (25/8). Ahok begitu optimis ada oknum nakal yang sengaja bermain atas Kali Ciliwung dan mereklamasi sungai tersebut. “Memang, ada beberapa oknum yang nakal aja. Waktu dijual, lalu mereka buang sampah kebelakang. Bukan mereka biasanya buang sampah kebelakang. Tapi mereka berusaha pasang kayu untuk rekramasi,” pungkas Ahok. Ini menambah keyakinan untaian kalimat sang Gubernur, karena sebagian pemilik dari hunian Kampung Pulo berdiam di Bogor. “Ketika sudah jadi daratan, sudah ada tangga, pantek, bikin kontrakan. Jadi terbuktikan? Penuh nggak Kampong Pulo? Nggak, karena sebagian mereka pulang ke Bogor,” jelasnya. Pemrov DKI telah menetibkan warga Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2015). Mereka yang tergusur diberikan tempat tinggal oleh Pemrov DKI di Rusunawa Jatinegara Barat. Sekitar 520 KK tergusur, warga mengaku telah tinggal di area kali Ciliwung tersebut hingga tiga turunan. (Popi Rahim)





























