Petugas Haji Makkah Siap Layani Jamaah Indonesia

Petugas Haji Makkah Siap Layani Jamaah Indonesia
Makkah, Obsessionnews - Panitia Penyelenggara Haji Indonesia ( PPIH) daerah kerja (daker) Makkah siap menyambut jemaah haji Indonesia yang akan datang ke wilayah tersebut. "Bisa saya katakan, persiapannya sudah 90 persen," kata Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat di Makkah, Arab Saudi, Minggu (23/08), seperti dilaporkan laman Kementerian Agama, RI. Ia menjelaskan dari aspek sarana dan prasarana baik untuk pemondokan, katering, dan transportasi, sudah siap menerima jemaah haji Indonesia. "Tinggal memastikan saja, fasilitasnya ada dan berjalan sesuai rencana," ujar Arsyad. Ia mengakui tidak mudah melayani jemaah dengan sempurna selama mereka tinggal kurang lebih 26 hari di Makkah, karena ada saat bersamaan yaitu pada puncak haji, semua jemaah dari seluruh dunia yang jumlahnya mencapai tiga juta orang akan berada di Makkah. Oleh karena itu, petugas PPIH daker Makkah yang jumlahnya mencapai 668 orang diminta bekerja keras dan memberi pelayan terbaik kepada jemaah haji Indonesia. "Saya berharap kepada petugas, melayani tamu Allah dengan penuh penghormatan dan amanah. Harus diperhatikan betul jangan sampai ada yang kurang," katanya. Ia menjelaskan PPIH daker Makkah yang terdiri 10 sektor, termasuk sektor khusus di Masjidil Haram, telah menyiapkan bus salawat yang akan mengantar jemaah yang pemondokannya di atas 2 km untuk beribadah ke Baitullah. Selain itu, 23 perusahaan katering telah dikontrak untuk menyiapkan makan siang selama jemaah berada 15 hari di Makkah. "Tahun ini pertama kali layanan katering makan siang di Makkah. Deg-degan, khawatir ada masalah," ujar Arsyad. Untuk itulah, ia meningkatkan jumlah personil pengawas katering dari 5-6 orang menjadi 7-9 orang. "Agar tidak ada kendala dan masalah," katanya. Pihaknya juga berupaya memastikan fasilitas pemondokan terbaik bagi jemaah, dengan menempatkan mereka di hotel berbintang tiga atau empat. "Kami menyiapkan hotel yang bagus dibandingkan tahun lalu, dan memiliki kapasitas besar," ujar Arsyad. Oleh karena itu, ia meyakinkan bahwa tahun ini tidak akan ada pemadatan penempatan jemaah di pemondokan, karena pemerintah cq Kementerian Agama selaku penyelenggara haji telah mengatur agar jamaah bisa nyaman berada di kamar hotel. “Gedung di sektor delapan yang kapasitasnya mencapai 28.009 orang, hanya kami isi 21.500 saja,” ujarnya mencontohkan. Arsyad mengatakan pihaknya ingin memberikan pelayanan terbaik kepada 155.200 jemaah haji reguler Indonesia yang telah menabung dan menunggu menjadi tamu Allah SWT (rez)