Pemkot Bandung Pertimbangkan Gojek, Uber dan Grab

Bandung, Obsessionnews - Walikota Bandung Ridwan Kamil (Emil) masih menunggu legalitas terkait operasional angkutan Uber, Gojek dan Grab saat menghadiri seminar Fenomena Moda Transportasi Baru Kota Bandung di Era Digital di Aula Barat ITB, Senin (24/8), yang dihadiri para pimpinan moda transportasi tersebut, Organda dan instansi terkait lainnya. Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menilai seminar tersebut diselenggarakan untuk menanggapi permasalahan keberadaan moda angkutan tersebut yang menjadi polemik di kalangan masyarakat Bandung. Menurutnya, dengan penyelenggaraan seminar tersebut ia akan menunggu hasil rekomendasi legal tidaknya Uber, Gojek, dan Grab Taksi. “Apabila berdasarkan seminar secara legal tidak ada solusinya, maka moda angkutan tersebut belum bisa diijinkan sampai menemukan format legalitasnya, namun jika hasil seminar itu menemukan legalitas, ia akan memberikan keputusan layak beroperasi di Bandung, karena hal tersebut menyangkut pelayanan warga,” tandas Emil.
Kesiapan Pemkot Bandung masih menunggu rekomendasi dari seminar tersebut untuk memperoleh legalitas dan diharapkan para peserta seminar benar-benar memahami seminar ini.. Emil mengatakan Gojek, Uber dan Grab Taxi merupakan inovasi baru dalam pelayanan transportasi, sehingga ada dinamika di masyarakat. "Kalau sudah dilakukan seminar dan masih berbeda pendapat tidak ada masalah. Setelah itu juga saya menunggu hasil rekomendasi apakah ada solusinya,"ungkapnya Ia pun menilai ITB dipilih sebagai tempat seminar agar dapat dikaji secara akademis, ilmiah. Sehingga pun dapat duduk tenang menyampaikan pendapat. "Ini juga kami melatih warga Bandung untuk duduk tenang, jangan terpancing marah, makanya dipilih seminar di ITB, biar lebih ada aura akademis ilmiahnya,"ucap Walikota Bandung. (Dudy Supriyadi)
Kesiapan Pemkot Bandung masih menunggu rekomendasi dari seminar tersebut untuk memperoleh legalitas dan diharapkan para peserta seminar benar-benar memahami seminar ini.. Emil mengatakan Gojek, Uber dan Grab Taxi merupakan inovasi baru dalam pelayanan transportasi, sehingga ada dinamika di masyarakat. "Kalau sudah dilakukan seminar dan masih berbeda pendapat tidak ada masalah. Setelah itu juga saya menunggu hasil rekomendasi apakah ada solusinya,"ungkapnya Ia pun menilai ITB dipilih sebagai tempat seminar agar dapat dikaji secara akademis, ilmiah. Sehingga pun dapat duduk tenang menyampaikan pendapat. "Ini juga kami melatih warga Bandung untuk duduk tenang, jangan terpancing marah, makanya dipilih seminar di ITB, biar lebih ada aura akademis ilmiahnya,"ucap Walikota Bandung. (Dudy Supriyadi) 




























