Kepercayaan Merosot Pemerintah Harus Terbuka

Jakarta, Obsessionnews – “Mega proyek harus berhenti, jadi cooling down dulu,” kata Sugiyono, ekonom Institute for Development of Economics dan Finance (Indef) kepada obsessionnews.com melalui sambungan telepon pada Senin (24/8). Hingga saat ini, di tengah perlambatan ekonomi nasional yang disebut-sebut diakibatkan faktor eksternal dan internal, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah kian tergerus. Rendahnya serapan anggaran membuat pembangunan infrastruktur dengan alokasi dana yang berasal dari utang, harus segera dihentikan. Pemerintah pun diharapkan mau bersikap terbuka. Sebabnya menurut Sugiyono, pemerintah sudah tak bersikap realistis dalam mematok target dan menelurkan kebijakan. Belum lagi soal penarikan hutang luar negeri, banyak peruntukkan yang ditutupi. Asal tahu saja, keterpurukan ekonomi Indonesia seperti sekarang ini bukan tanpa resiko besar. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sudah menempati level Rp 14 ribu tiap lembar dollarnya, berpotensi melahirkan krisis ekonomi menyerupai tahun 1998 lalu. Bukti paling nyata menurut Sugiyono, adalah mahalnya harga jual eceran berbagai komoditi di pasaran lantaran hampir semua dipasok melalui kegiatan impor. Belum lagi rentetan akibatnya. Misalnya saja begini. Jagung dan kedelai yang kebutuhannya dipenuhi dari impor, bukan cuma bisa dikonsumsi manusia tapi juga dapat menjadi pakan ternak. Namun, lantaran harga yang terus melambung, mau tidak mau juga ikut mendongkrak nilai jual daging ternak atau pun susunya. “Komponen impornya 90 persen. Kalau stok kurang maka sulit didapat dan akan banyak masalah harga-harga naik,” jelas Sugiyono. (Mahbub Junaidi)





























