Ekonomi Nasional Sudah Masuk Lampu Kuning!

Jakarta, Obsessionnews – Beberapa waktu lalu, ekonomi Indonesia sudah masuk 'lampu kuning'. Tapi sekarang, saat nilai tukar rupiah anjlok ke level Rp14 ribu menghadapi tiap lembar dollar Amerika Serikat (AS), bisa dikatakan sudah kena lampu merah. Sebabnya, lantaran basis penggerak utama yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) disusun secara keliru. Pemerintah, menurut Sugiyono, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), selalu mengasumsikan harga jual eceran komoditi pokok seperti bahan bakar minyak (BBM) dengan harga keekonomian. Namun hasilnya, bisa dikatakan gagal. “Hanya Pertamax plus yang bisa jalan. Tapi harga keekonomian yang lain tidak bisa jalan,” kata Sugiyono kepada obsessionnews.com melalui sambungan telepon, Senin (24/8). Sugiyono menilai, dalam menyusun anggaran dan menelurkan kebijakan, pemerintah sering tidak realistis bahkan mematok angka target secara bombastis. Misalnya saja proyek pengadaan listrik berdaya 35 ribu megawatt. Sudah sepuluh bulan pemerintahan berjalan, belum juga ada tanda-tanda rencana ini bakal benar-benar direalisasikan. Makanya, kata dia, perlu juga target tersebut direvisi. Belum lagi di bidang perdagangan. Pemerintah masih saja mengandalkan sektor minyak dan gas. Padahal di sektor hulu, target produksi tak pernah tercapai bahkan terkesan sulit naik. “Perlu juga tokoh nasional berkumpul dan membantu pemerintah,” sebut Sugiyono. (Mahbub Junaidi)





























