Ridwan Kamil Jelaskan Pass Card ke Walikota Salatiga

Bandung, Obsessionnews - Walikota Bandung Ridwan Kamil didampingi Wakil Walikota Bandung Oded Mumahad Danial menerima kunjungan Walikota Salatiga Yulianto beserta Wakil Walikota Salatiga, di Ruang Tengah, Balai Kota Bandung, Kamis (20/8). Yulianto menjelaskan kedatangannya bertujuan untuk bertukar ilmu dari Kota Bandung yang nantinya dapat diimplementasikan di Kota Salatiga. "Kedatangan Kita di Kota Bandung ini semoga mendapat Ilmu untuk bisa diimplementasikan di Kota Salatiga," ujar Yulianto.
Mengawali pembicaraan Ridwan Kamil mengatakan di Pemkot Bandung sedang berupaya mereformasi pelayanan publik yang disebut smart City. Smart City bukan hanya birokrasi tapi juga sistem kemasyarakatan. Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengaku selama dua tahun dibawah ke pimimpinannya Pemkot Bandung melakukan cara-cara baru. "Semangat membangun Bandung ada tiga, yaitu Inovasi dan gagasan baru, Kolaborasi dan desentralisasi sampai , sehingga setiap RW dianggarankan Rp100 juta," ungkapnya.
Ia menejelaskan, di Kota Bandung sudah banyak taman untuk meningkatkan indeks kebahagiaan warga Kota Bandung juga mendorong Kota Bandung ke arah Smart Goverment. "Kami akan bikin Bandung Pass Card, sebuah kartu yang bisa dipakai untuk semua urusan di Kota Bandung," ujar Emil. Kartu tersebut nantinya dipakai untuk pembayaran setiap kelompok, seperti anak sekolah, PNS dan warga Bandung secara umum. Hal itu bertujuan untuk mengurangi tingkat transaksi secara cash yang selama ini prosentasenya 70 persen, sementara online baru 30 persen.
Kota Bandung saat ini memiliki 300-an aplikasi untuk membantu mengatasi permasalahan, seperti Aplikasi untuk menunggu bus gratis dan Panic Button yang terintegrasi dan terpantau langsung melalui Command Centre di kantor Pemerintah Kota Bandung. Ada 300 aplikasi yang dimiliki Kota Bandung, sementara target Kota Bandung sendiri 600 aplikasi. Emil mempersilahkan Walikota Salatiga juga memakai dan menerapkan aplikasi tersebut di Salatiga. (Dudy Supriyadi)
Mengawali pembicaraan Ridwan Kamil mengatakan di Pemkot Bandung sedang berupaya mereformasi pelayanan publik yang disebut smart City. Smart City bukan hanya birokrasi tapi juga sistem kemasyarakatan. Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengaku selama dua tahun dibawah ke pimimpinannya Pemkot Bandung melakukan cara-cara baru. "Semangat membangun Bandung ada tiga, yaitu Inovasi dan gagasan baru, Kolaborasi dan desentralisasi sampai , sehingga setiap RW dianggarankan Rp100 juta," ungkapnya.
Ia menejelaskan, di Kota Bandung sudah banyak taman untuk meningkatkan indeks kebahagiaan warga Kota Bandung juga mendorong Kota Bandung ke arah Smart Goverment. "Kami akan bikin Bandung Pass Card, sebuah kartu yang bisa dipakai untuk semua urusan di Kota Bandung," ujar Emil. Kartu tersebut nantinya dipakai untuk pembayaran setiap kelompok, seperti anak sekolah, PNS dan warga Bandung secara umum. Hal itu bertujuan untuk mengurangi tingkat transaksi secara cash yang selama ini prosentasenya 70 persen, sementara online baru 30 persen.
Kota Bandung saat ini memiliki 300-an aplikasi untuk membantu mengatasi permasalahan, seperti Aplikasi untuk menunggu bus gratis dan Panic Button yang terintegrasi dan terpantau langsung melalui Command Centre di kantor Pemerintah Kota Bandung. Ada 300 aplikasi yang dimiliki Kota Bandung, sementara target Kota Bandung sendiri 600 aplikasi. Emil mempersilahkan Walikota Salatiga juga memakai dan menerapkan aplikasi tersebut di Salatiga. (Dudy Supriyadi) 




























