Kata Menkeu, Postur RAPBN 2016 Lebih Realistis

Jakarta, Obsessionnews - Pemerintah mengajukan asumsi kerangka ekonomi makro dalam RAPBN 2016 yang lebih riil tanpa meninggalkan optimisme dalam perekonomian. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro seperti dilansir laman resmi Kementerian Keuangan mengatakan, pemerintah akan menjaga defisit anggaran tahun 2016 pada tingkat yang sustainable yakni 2,1% dari pendapatan domestik bruto (PDB). Menurut Bambang, jika dibanding outlook defisit anggaran 2015 sebesar 2,2% maka angka 2,1% masih lebih rendah. Selanjutnya, dampak perekonomian terhadap penerimaan pajak di tahun 2016 berdasar outlook penerimaan 2015 diperkirakan bakal tumbuh 14,5%. “Jadi yang kita jadikan baseline bukan lagi target penerimaan pajak 2015 tetapi outlook-nya yang kami sudah sampaikan waktu itu kemungkinan shortfall 120 triliun kemudian tumbuh sebesar 14,5% untuk tahun 2016,” kata dia. Dalam postur RAPBN 2016 sendiri, pendapatan negara ditargetkan sebanyak Rp 1.848,1 triliyun. Angka ini, naik sekitar Rp 86,5 triliyun ketimbang target APBN-P 2015 sebesar Rp 1.761,6 triliyun. Dari jumlah tersebut, sektor pajak dipatok target sebesar Rp 1.565,8 triliyun atau naik Rp 76,5 triliyun ketimbang sasaran dalam APBN-P 2015 sebanyak Rp 1.489,3 triliyun. Selanjutnya, pendapatan negara bukan pajak tahun 2016 nanti ditargetkan mencapai angka Rp 280,3 triliyun. (Mahbub Junaidi)





























