Dollar Naik, Kedelai Pekalongan Masih Stabil

Dollar Naik, Kedelai Pekalongan Masih Stabil
Pekalongan, Obsessionnews - Melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS, ternyata tidak mempengaruhi harga kedelai impor di kota batik. Padahal, kurs rupiah sempat mencapai di titik Rp13.900. Distributor kedelai di Kuripan Kidul, Pekalongan Pekalongan, Sakhowi, mengungkapkan  harga kedelai impor saat ini masih stabil. "Harganya belum ada perubahan sejak sebelum lebaran lalu," ujarnya, Rabu (19/8/2015). Harga kedelai impor jenis bola hijau masih berada di kisaran Rp7.100 per kilogram. Adapun jenis SBS hijau perkilonya Rp7.200, sedangkan SBS merah dipatok harga Rp7.500  per kilogram. Kondisi ini jauh berbeda ketimbang pertengahan bulan Desember 2014 lalu. Saat itu, harga kedelai mencapai Rp 8.500 padahal kurs rupiah di angka Rp 12.200. "Waktu itu harganya lumayan tinggi. Sekarang sudah turun lagi," terangnya. Pihaknya bersyukur, meski nilai mata uang rupiah melemah terhadap dolar Amerika, harga kedelai impor belum melonjak. "Kasihan para produsen tahu tempe, kalau harga kedelainya mahal mereka akan kesulitan," ungkapnya. Terkait masih stabilnya harga kedelai impor, Sakhowi menduga lantaran stok kedelai cukup berlimpah. Ia menambahkan, saat ini di tempatnya masih tersedia stok kedelai hingga 16 ton. "Tiap hari, paling sedikit biasanya sedia stok segitu," ungkapnya. Sedangkan kedelai yang terjual tiap harinya rata-rata mencapai 4 ton. "Sekarang kondisinya biasa saja, tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi. Semoga stok tetap ada dan harganya stabil," pungkasnya. (Yusuf IH)