Tomat Berlimbah, Sayang Industri Hanya Serap Sedikit

Tomat Berlimbah, Sayang Industri Hanya Serap Sedikit
Jakarta, Obsessionnews - Produksi Tomat nasional selalu surplus hingga 400 ton per tahun. Sayangnya tidak terserap oleh industri berbahan Tomat, seperti pabrik saos. “Tomat kita selalu surplus setiap tahun sekitar 400 ton ribu ton. Rata-rata produksi tomat kita sekitar 916 ribu ton per tahun, sementara kebutuhannya hanya 520 ribu ton,” kata Dirjen Sri Agustina, di Kemendag Jakarta, Selasa (18/8/2015). Namun, Sri berjanji akan mendorong industri dalam negeri untuk lebih banyak lagi menyerapnya, khususnya yang berbahan dasar tomat. “Industri pengolahannya belum berkembang, jadi perlu didorong. Kami akan terus rapat dan minta Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin untuk memetakan industri kecil dan menengah mana untuk memasok tomat,” jelasnya. Menurutnya, PT Indofood yang memproduksi Saos baru bisa menyerap sekitar 5 ton per bulan. Industri pengolahan yang membutuhkan bahan baku tomat lainnya, seperti Wings dan ABC malah hanya membutuhkan bahan baku bentuk pasta. “Maka di industri hilir kita memang perlu di dorong untuk berkembang,” ujarnya. Tetapi Srie bilang , ritel modern, mengaku siap menyerap Tomat petani, menjual di gerai atau membuat bazar. “Carrefour, Giant, Hypermart, dan lainnya juga sudah komit melakukan di seluruh gerai-gerai mereka. Harga di ritel modern sekitar Rp8 ribu/kg. Harapannya mereka nanti bisa jual lebih rendah supaya konsumen banyak beli dan petani juga terbantu dengan keadaan harga tomat yan terpuruk ini,” imbuhnya. (rez)