Terlilit Utang Rp1,5 Miliar, Djakarta Lloyd Berbenah

Jakarta, Obsessionnews - Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang pelayaran kargo, PT.Djakarta Lloyd (Persero) pada saat ini tengah melakukan pembenahan dari segala aspek, baik kedalam maupun keluar perusahaan. Pembenahan itu dilakukan setelah sebelumnya sempat terlilit hutang Rp1,5 miliar. Direktur Utama (Dirut) Djakarta Lloyd (DL), Arham S Torik mengatakan, masa-masa kelam DL sudah bisa dilewati. Dia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir, DL memang sempat mengalami keterpurukan yang cukup mengganggu operasi. Kini DL mulai bangkit kembali dengan melakukan perubahan kedalam. "Antara lain yakni dengan melakukan restrukturisasi keuangan maupun reorganisasi sumber daya yang ada," ujar Arham di Gedung Juang, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2015). Selain itu, lanjut Arham, DL pun juga telah melakukan perbaikan keluar, yakni dengan jalan memulihkan kepercayaan dari pengguna jasa. Antara lain yakni dari PT.Antam (Persero) dan PT.PLN (Persero). Segala perbaikan-perbaikan tersebut, katanya telah dilakukan oleh pihak DL semenjak Bulan Mei 2015 yang lalu. Saat ini, DL telah melakukan kerjasama pengangkutan dengan pihak swasta, baik nasional atau internasional, seperti Arutmin, Berau Coal, Adaro, dan Hanson Energy. "Kami juga melayani jasa keagenan kapal asing dengan Daiichi Chuo Kinkai Kaisa, Gesury Lloyd, Husky-Cnooc Madura Limited, serta pelayaran swasta nasional lainnya," katanya. Arham juga mengungkapkan, bahwa keberhasilan Djakarta Lloyd untuk bangkit ini tak lepas dari peran pemerintah, yang memberikan Penambahan Modal Negara (PMN) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar Rp350 miliar. Rencananya, PMN itu akan dimanfaatkan untuk mengembangkan armada dan mengembangkan bisnis yang lebih luas. "Rencana pengembangan selanjutnya, kami akan memulai transformasi bisnis, dari Shipping Line menjadi National Logistics Service Provider. Sehubungan dengan hal itu, DL tengah memperbaiki infrastruktur yang dimiliki, antara lain armada kapal yang handal dan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten," jelasnya. Tidak hanya sampai disitu, DL pun katanya juga akan mengembangkan sistem informasi berbasis Information Communication and Technology (ICT). Khusus untuk sistem ICT ini, Arham mengungkapkan bahwa DL telah bersepakat melakukan kerjasama dengan PT.Telkom (Persero) guna membangun platform 'logistics and supplychain' berbasis 'cloud'. Dengan menjadi National Logistics Service Provider, lanjut Arham, DL akan membangun pola distribusi logistik yang baik bagi perusahaan anak negeri, dengan memberikan tarikan muatan nasional. Sistem itu, nantinya diharapkan dapat memberi kepastian serta prediksi muatan barang, yang akhirnya menurunkan biaya logistik dalam skala nasional. Menurut Arham, ini akan membantu pemerintah dalam memberikan keterjangkauan harga di setiap daerah. Tujuan ini sangat selaras dengan gagasan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam wawasan kemaritimannya. "Kedepan, DL pun akan mencoba untuk menjajaki kerjasama dan melakukan sinergi dengan BUMN lain. Saat ini baru PT.Telkom," pungkasnya. (Purnomo)





























