Jokowi: Indonesia Bukan Bangsa 'Tempe'

Jokowi: Indonesia Bukan Bangsa 'Tempe'
Bogor, Obsessionnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mempertegas posisi strategis Indonesia sebagai sebuah negara yang patut disegani oleh negara lain. Dengan memiliki generasi berprestasi, pekerja keras, dan semangat juang, menunjukan bahwa Indonesia bukan sekedar bangsa abal-abal. Pernyataan itu disampaikan Kepala Negara saat bersilaturahmi dengan anak-anak muda anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), Pasukan Kehormatan Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol), grup Paduan Suara, Orkestra Gita Bahana Nusantara, para teladan nasional dan para juara olimpiade sains, di Istana Kepresidenan, Bogor, Jabar, Selasa (18/8/2015). “Kehadiran Saudara-saudara menunjukkan bahwa kita bukan ‘bangsa tempe’, tapi bangsa yang memiliki anak-anak yang beprestasi, anak-anak bangsa yang bisa menjadi teladan, anak-anak bangsa yang membanggakan,” ujar Jokowi. Silaturahmi yang digelar Presiden bersama Ibu Negara Iriana ini sebagai bentuk apresiasi dan rasa terima kasih Presiden Jokowi atas prestasi, kerja keras, dan darma bakti seluruh petugas yang kemarin hadir dan terlibat dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-70 di halaman Istana Merdeka, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi  menyampaikan rasa bangganya ketika mendengar ada dua anak Indonesia yang dengan lantang menyampaikan harapan dan mimpi mereka, yaitu Indonesia yang bebas korupsi, menjadi superpower, semua bisa minum air kran, bisa mengakses internet, tanpa harus membuat uang jajan berkurang. “Seperti anak-anak itu, kita semua harus tetap memiliki mimpi dan harapan, karena mimpi dan harapan itu membuat kita harus kerja keras untuk mewujudkannya,” kata presiden. Kepada para anggota Paskibraka, Taruna Akademi TNI dan Akpol, dan para Pelajar Teladan, Presiden berharap mereka menjadi generasi petarung yang tangguh, tahan banting, dan tidak hampang menyerah untuk mengejar cita-cita. “Saya yakin Indonesia adalah gudangnya anak-anak beprestasi  yang kreatif dan inovatif,” kata Presiden Jokowi sambil menyebut nama Rio Haryanto, anak muda yang berprestasi di dunia balap internasional GP2. Kepala Negara meminta anak-anak muda harus mampu berprestasi, dan jangan pernah mau menjadi generasi narkoba yang berhasil membuat bangsa kita menjadi rapuh. Ia mengaku prihatin karena jumlah pengguna narkoba di Indonesia mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. “Jumlah kematian akibat penyalahgunaan narkoba juga mengkhawatirkan,” kata Kepala Negara. Kepada para Teladan Nasional, presiden Jokowi berpesan agar keteladanan mereka bisa memberikan banyak inspirasi bagi anak negeri. “Tebarkan ‘virus’ keteladanan ke seluruh negeri sehingga kita sebagai bangsa, bisa segera melakukan lompatan kemajuan menjadi bangsa yang diperhitungkan di percaturan dunia," papar Jokowi. Selain tidak berhenti berkarya, Presiden meminta mereka agar tetap optimistis mendorong perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Mereka pun diminta oleh Presiden Jokowi untuk tetap menjadi teladan dalam memperkokoh rasa kebangsaan, keIndonesiaan, dan Kebhinekaan. “Ingat, kita adalah bangsa yang majemuk. Saudara-saudara harus bisa menjadi teladan untuk memperkokoh tali persaudaraan dan perekan antar anak bangsa,” tutur Jokowi. Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin. (Has)