Reshuffle Kabinet: Ibarat Sakit Kanker Dikasih Obat Kudis

Jakarta, Obsessionnews - Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai, reshuffle kabinet yang dilakukan pemerintah Jokowi belum memuaskan atau belum bisa mengobati berbagai penyakit seperti terpuruknya nilai Rupiah atas Dollar. Ibaratnya, pemerintah Jokowi-JK telah mengidap penyangkit kanker yang mematikan, malahan dikasih obat kudis oleh presiden Jokowi. "Misalnya, pergantian tim kabinet ekonomi Presiden Jokowi. Dimana yang diganti hanya menteri kordinator bidang ekonomi saja. Sedangkan Menteri Keuangan. Menteri ESDM, dan Menteri BUMN belum disentuh atau diganti sama sekali," kata Uchok kepada Obsessionnews, Minggu (16/8) malam. Hal ini, menurut Uchok, mengakibatkan akan sulit membangun kepercayaan publik atau pasar karena integritas menteri kordinator bidang ekonomi diragukan. "Bila lihat mukanya Darmin Nasution, pasti teringat dengan kasus pajaknya Gayus, dan kasus mega korupsi pemerintah SBY, yaitu kasus Century," bebernya. Apalagi, lanjut dia, bila melihat kinerja Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Dimana, Pendapatan pajak semester 1 tahun 2015 hanya sebesar Rp502 triliun atau sebanyak 33.7 persen. Sedangkan pendapatan pajak semester 1 tahun 2014, bisa mencapai Rp539.4 triliun atau sebanyak 43,3 persen. Kemudian, pendapatan dari pajak sebesar Rp502 triliun saja, tidak mencukupi atau menutupi total belanja sebesar Rp506 triliun, yang diperuntukan pada, pertama, belanja 120 lembaga negara sudah menghabiskan sebesar Rp208 triliun, dan kedua, dana transfer ke daerah sebesar Rp298 triliun. Jadi, tegas Uchok, CBA mendesak Presiden Jokowi untuk segera melakukan reshuffle jilid kedua. "Konon kabarnya, menteri yang akan direshuffle berjumlah 11 orang. Kok, yang direshuffle baru enam menteri saja. Jadi saat ini publik menunggu lima orang lagi yang harus direshuffle agar kepercayaan rakyat atas pemerintah ini bisa terbangun," ungkap Direktur CBA. (Ars)





























