Kemenpora Perkuat Pemahaman Lembaga Keorganisasian Pemuda

Jakarta, Obsessionnews - Organisasi adalah wadah atau proses mengaktualisasikan diri berdasarkan tujuan masing-masing. Di sisi lain, organisasi juga sebagai wadah membentuk karakter dan pola berpikir agar memiliki persamaan tujuan membangun bangsa dan negara melalui kemampuannya masing-masing. Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Yuni Poerwanti menganggap organisasi sebagai wadah atau lingkungan untuk membentuk karakter pemuda yang lebih baik dan berdaya saing, dan tentunya memilki spirit cinta tanah air. “Organisasi itu adalah sebuah pengabdi lingkungan pembentuk kepribadian dia juga. Jadi, makanya kalau di organisasi itu benar maka dia akan menjadi sosok yang benar,” ungkapnya kepada obsessionnews.com di Wisma Kemenpora, Jakarta, Jumat (14/8/2015). Dalam rangka mensosialisasikan UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, dari umur 16 tahun sampai 30 tahun. Sebagai bentuk kepedulian terhadap pemuda, Kemenpora melibatkan Organisasi Kelembagaan Kepemudaan dalam mendorong kemajuan bangsa. Melalui acara dialog lintas organisasi lembaga Kepemudaan, pihak Kemenpora juga ingin mensosialisasikan kepada pemuda pentingnya membangun karekter. “Kegiatan yang kami adakan ini untuk mensosialisasikan bagaimana karakter itu terbangun mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan di masyarakat, sampai ke organisasi,” tuturnya Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan Mandir Ahmad Syafii menambahkan, program dialog interaksi lintas pimpinan organisasi yang didesain dalam verityshow, berharap agar seluruh OKP senantiasa menjunjung tinggi persaudaraan, tanpa membedakan suku, bangsa, agama, bahasa atau segala macam perbedaan yang lainnya, sebab menurutnya perbedaan itu anugrah. Pemuda kata dia harus mampu menerima dan menyikapi berbedaan sebagai kekayaan bangsa Indonesia,” jelasnya. “Positif dari sebuah keragaman adalah rahmat, sebuah keindahan, sebuah kekayaan tersendiri buat bangsa Indonesia. Bagi pemuda Indonesia tidak memahami makna keragaman itu, atau menganggap keragaman sebagai perbedaan, maka kita perlu waspadai. Perbedaan itu adalah sunatullah kan,” tandasnya. Kemenpora juga berharap melalui acara dialog lintas korganisasian dapat meningkatkan pemahaman pemuda khususnya pada generasi muda sebab kata dia lembaga keorganisasian pemuda bagian dari mitra Kemenpora untuk membangun kemajuan bangsa. “Kita sadar betul bahwa pemerintah ini tidak bisa bekerja sendiri makanya kita harus rangkul teman-teman organisasi ini. Kami berharap dengan adanya perbedaan pemuda saling mengisi satu sama lain, akhirnya menjadi kesempurnaan, sebab pemuda ini mitra kami juga,” pungkasnya. Dialog interaktif lintas pimpinan organisasi dalam Tema memperkuat sinergi pemuda di tengah kompetisi global, akan mulai tayang disalah satu stasiun televisi nasional pada 18 Agustus 2015 nanti. Kegiatan ini dikemas sebagai bentuk kepedulian Kemenpora dalam membangun pemuda lebih kompetitif dalam persaingan secara global dengan melibatkan Organisasi Kelembagaan Pemuda. (Asma)





























