Pemuda Harus Siap Hadapi Tantangan Global

Pemuda Harus Siap Hadapi Tantangan Global
Jakarta, Obsessionnews - Pemuda merupakan tolak ukur maju mundurnya suatu bangsa. Jika pemudanya cerdas, memiliki kesatuan berpikir yang sama maka arah generasi muda akan jelas. Bangsa saat ini mengalami berbagai persoalan, khususnya kreatifitas pemuda sering kali dikebiri oleh masyarakat itu sendiri. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (DPP IMM) yang juga sekaligus Presiden Organisasi Pemuda Asia Afrika atau Asian African Youth Government , Beni Pramula, mengatakan mau tidak mau pemuda harus siap menghadapi tantangan global. Pemuda mesti menyiapkan diri dengan memperkuat bahasa asing agar pemuda atau masyarakat tidak gampang dibodohi. "Yang harus diupayakan oleh pemuda ke depan supaya tidak tertinggal di kancah global adalah mempersiapkan sumber daya dirinya terutama kemampuan berbahasa asing, supaya kita tidak dibodoh-bodohi orang asing. Selain itu pemuda perlu meningkatkan kemampuan untuk berwirausaha, kemampuan untuk membekali diri dengan wawasan internasional," jelasnya kepada obsessionnews.com usai shoting mengenai dialog lintas pimpinan organisasi dalam tema memperkuat sinergi pemuda ditengah kompetisi global, di Wisma Kemenpora RI, Jakarta (14/8//2015). Beni Pramula- Selain itu kata Beni, pemuda penting juga dalam menghadapi tantangan global agar mampu membendung diri dengan karakter building, membendung diri dengan sadar akan kearifan lokalnya, sebab itu jurus jitu untuk mempertahankan persatuan Indonesia dengan berbagai tantangan global saat ini. "Lebih penting membendung diri dengan karakter building, membangun diri dengan kearifan lokal kita. Karena ketika kita pemuda sudah meninggalkan kearifan lokalnya, meninggalkan norma-norma keadaban bangsanya maka itulah akan menghilangkan jiwa nasionalisme, patriotisme dan sebagainya," tutur Beni. "Ketika hal itu hilang dan kemudian menjadi pejabat maka mereka akan mudah menggadaikan aset-aset bangsa ini kepada asing. Mereka hanya menjadi jongos-jongos asing, tentu kita tidak menginginkan hal itu. Jadi bangun dulu karakter buildingnya, baru bangun sumber dayanya, kemudian kapasitas secara global," tambahnya. Namun di sisi lain, Beni masih optimis terhadap idealisme serta semangat nasionalisme pemuda saat ini. Sebab dewasa ini pemuda Indonesia karyanya cukup membanggakan, meskipun disisi lain memprihatinkan. "Satu sisi kita juga bangga pada pemuda hari ini, banyak yang memiliki prestasi. Setiap kali ada olimpiade, selalu kreatifitas pemuda unggul dibandingkan dengan pemuda-pemuda lainnya," pujinya. Dialog interaktif lintas pimpinan organisasi dalam tema memperkuat sinergi pemuda di tengah kompetisi global, akan tayang di salah satu stasiun televisi nasional pada tanggal 18 Agustus 2015 nanti. Kegiatan ini melibatkan Kelembagan Organisasi Kepemudaan yang dikemas sebagai bentuk kepedulian Kemenpora dalam membangun pemuda lebih kompetitif menghadapi persaingan tantangan global. (Asma)