Generasi Sekarang Kurang Pahami Pancasila

Generasi Sekarang Kurang Pahami Pancasila
Jakarta, Obsessionnews - Pembangunan tidak terlepas dari peran pemuda untuk menjadi bagian komponen pendukung kemandirian bangsa. Dengan penuh kesadaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI bidang Deputi Pemberdayaan Pemuda mengabil peran untuk kembali melibatkan pemuda dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Lewat dialog bertema "Prespektif Pemuda dalam Keragaman Agama" yang digelar di Wisma Kemenpora, Deputi Organisasi Kepemudaan Mandir Ahamad Safyii mengatakan pemuda harus menghargai perbedaan baik dari suku, agama, dan ras. Sehingga ia menekankan pemuda perlu memaknai Pancasila dan memahami agama. "Pemuda bagian generasi bangsa yang harus memahami agama, itu kan sudah sunna tullah. Sebab semua agama tidak mengajarkan untuk saling berselisih. Namun bagaimanapun pemuda harus memahami agamanya, serta pemahaman nasionalismenya melalui Pancasila," ungkapnya (14/8/2015). Mandir menilai, generasi bangsa sekarang sangat kurang memahami makna dan maksud dari Pancasila itu sendiri. Bahkan bukan saja itu pemahaman Bihneka Tunggal Ika, wawasan ke-Indonesiaaan atau NKRI dan UU 1945 perlu ditingkatkan. "Sekarang sudah menipis pemahaman pencasila. Padahal Pancasila, Bihneka Tunggal Ika, UUD 1945, serta wawasan ke-Indonesiaan itu perlu terus ditanamkan pada pemuda, maka saya pikir hal ini bisa menimalisir kemungkinan terjadinya konflik," yakinnya. Kemenpora2 Menurutnya, pemuda atau organisasi kepemudan sudah saatnya mengambil peran sesuai basisnya masing-masing guna mensejahterakan bangsa Indonesia dan jauh dari konflik. "Kami berharap 140 organisasi yang terhimpun dalam KNPI guna memiliki cita-cita yang luhur. Perlu juga ada pengkaderan terutama dalam anggotanya sebab kepemimpinan bagian dari tongkat estafet," pungkasnya. Selain itu, lanjutnya, konflik yang sering terjadi pada kalangan kepemudaan disebabkan miss komunikasi, sehingga perlu ada silaturahmi yang perlu dijaga antara pemuda. "Kami dari Kemenpora tepatnya 18 Agustus 2015 akan mengumpulkan teman-teman kepemudaan antara lain berbagai ketua BEM dari masing-masing provinsi, agar perbedaan argumentasi itu bisa kita carikan kesamaannya. Kami juga akan memberikan pemahaman ulang Pancasila, Bihneka Tunggal Ika, makna UUD 1945, dan wawsan ke-Indonesiaan atau NKRI," bebernya. (Asma)