Pidato Jokowi 'Gak Ngaruh', Rupiah Masih 'Loyo'

Jakarta, Obsessionnews - Pidato nota RAPBN Jokowi, tak membuat nilai tukar terhadap dolar Amerika Serikat (USD) membaik. Pada penutupan di akhir pekan ini terpantau stabil di level Rp13.700 per USD. Menurut data Bloomberg, Jumat (14/8/2015), nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.787 per USD. Sedangkan menurut Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.763 per USD. Sementara menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.808 per USD. (Baca juga: RAPBN dan Nota Keuangan 2016 tak Akan Perkuat Rupiah) Pergerakan nilai tukar rupiah tidak sejalan dengan pergerakan penutupan perdagangan indeks harga saham gabungan (IHSG) di mana IHSG sore ini akhirnya rebound, setelah sepanjang hari terombang ambing di zona merah. Penguatan IHSG ini terjadi usai Presiden Jokowi membacakan pidato nota keuangan. IHSG Jumat 14 Agustus sore ditutup menguat tipis sebanyak 1,14poin atau setara 0,0 persen ke posisi 4.585. Senada, indeks saham unggulan LQ45 juga mengalami kenaikan sebanyak 1,34 poin ke 776 dan JII juga mengalami penguatan sebanyak 1,11 poin ke 606. Sore ini, seluruh sektor bergerak fluktuatif di jalur merah dan hijau. Namun demikian, posisi beberapa sektor di zona hijau cukup mendominasi. Sektor perkebunan, konsumer, manufaktur, dan pertambangan menjadi sektor yang masuk dalam jajaran terlemah. Volume transaksi perdagangan sore ini ditutup sebanyak 3,2 miliar lembar saham senilai Rp2,9 triliun. Sebanyak 135 saham menguat, 143 saham melemah, 86 saham stagnan, dan 194 saham tidak ada perdagangan.





























