Lomba 17-an Nara Pidana di Penjara

Semarang, Obsessionnews - Keceriaan momen hari kemerdekaan sepertinya tidak hanya dirasakan warga negara Indonesia saja. Namun juga oleh warga asing yang ikut merayakan dengan mengikuti berbagai lomba khas 17-an. Pemandangan itu dapat terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan. Zakaria bin Zahidi (39) salah satu narapidana asal Malaysia, nampak senang dapat memeriahkan peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-70 yang digelar pada Jum'at (14/8/2015). Pria asal Kualalumpur tersebut, berbaur dan bergembira bersama rekan-rekannya sesama warga binaan dengan mengikuti beragam lomba. Mulai lomba catur, futsal, volly, balap karung sambil menggiring bola, lomba gebuk bantal di atas empang, hingga lomba pukul balon yang berisi air. "Perayaan seperti ini bagus, dengan senang hati saya ikut bergembira dengan warga Indonesia dalam memeriahkan Hari Kemerdekaannya," ungkapnya. Zakaria sendiri divonis selama 8 tahun 10 bulan akibat terjerat kasus narkoba. Pidana itu sudah ia jalani selama empat tahun, dengan dua tahun di Lapas Pekalongan. Meski menjadi satu-satunya napi warga negara asing dan ditempatkan di blok khusus, Zakaria mengaku nyaman-nyaman saja. Terlebih dia punya banyak teman napi yang menghuni blok santri. "Banyak teman santri di sini," imbuhnya. [caption id="attachment_54929" align="aligncenter" width="640"]
Acara yang diselenggarakan Lapas Kota Pekalongan ini patut ditiru di Lapas lain sebagai bentuk pengayoman dan pemasyarakatan napi. (Yusuf IH)[/caption] Kegembiraan juga disampaikan oleh Zubaidi (42), warga Mranggen, Demak. Walau saat lomba gebuk bantal dirinya sempat terluka di bagian kaki, ia seolah tak merasakan sakit dan terus bermain bersama kawan-kawannya. Napi kasus narkoba itu mengaku baru pertama kali mengikuti lomba 17-an di dalam Lapas. Ia berujar partisipasinya ini selain untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI, juga sebagai luapan kegembiraan karena pada 17 Agustus nanti mendapat remisi bebas. "Ini sekaligus dalam rangka menjelang kebebasan saya. Saya divonis 4 tahun 1 bulan. Sudah menjalani 3 tahun 1 bulan. Nanti setelah bebas, rencananya saya akan kembali ke kampung, membantu istri mengajar ngaji," ungkap napi penghuni blok santri ini. Kalapas Kelas IIA Pekalongan, Suprapto, menyampaikan Lapas Pekalongan dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-70 menggelar aneka lomba bagi para napi dan petugas lapas. "Tujuannya untuk memupuk kekeluargaan dan silaturahmi, baik antara warga binaan maupun antara waga binaan dengan petugas. Juga untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dari seluruh warga Lapas Pekalongan," tandasnya. (Yusuf IH) [caption id="attachment_54932" align="aligncenter" width="640"]
Keceriaan makin terasa saat lomba pukul balon air. Banyak dari mereka merasa senang diberi kesempatan mengikuti lomba seperti ini. (Yusuf IH)[/caption]
Acara yang diselenggarakan Lapas Kota Pekalongan ini patut ditiru di Lapas lain sebagai bentuk pengayoman dan pemasyarakatan napi. (Yusuf IH)[/caption] Kegembiraan juga disampaikan oleh Zubaidi (42), warga Mranggen, Demak. Walau saat lomba gebuk bantal dirinya sempat terluka di bagian kaki, ia seolah tak merasakan sakit dan terus bermain bersama kawan-kawannya. Napi kasus narkoba itu mengaku baru pertama kali mengikuti lomba 17-an di dalam Lapas. Ia berujar partisipasinya ini selain untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI, juga sebagai luapan kegembiraan karena pada 17 Agustus nanti mendapat remisi bebas. "Ini sekaligus dalam rangka menjelang kebebasan saya. Saya divonis 4 tahun 1 bulan. Sudah menjalani 3 tahun 1 bulan. Nanti setelah bebas, rencananya saya akan kembali ke kampung, membantu istri mengajar ngaji," ungkap napi penghuni blok santri ini. Kalapas Kelas IIA Pekalongan, Suprapto, menyampaikan Lapas Pekalongan dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-70 menggelar aneka lomba bagi para napi dan petugas lapas. "Tujuannya untuk memupuk kekeluargaan dan silaturahmi, baik antara warga binaan maupun antara waga binaan dengan petugas. Juga untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dari seluruh warga Lapas Pekalongan," tandasnya. (Yusuf IH) [caption id="attachment_54932" align="aligncenter" width="640"]
Keceriaan makin terasa saat lomba pukul balon air. Banyak dari mereka merasa senang diberi kesempatan mengikuti lomba seperti ini. (Yusuf IH)[/caption] 




























