Inilah Penyebab Harga Daging Sapi Naik

Subang, Obsessionnews – Penyebab naiknya harga daging sapi di Kabupaten Subang menurut kepala Bidang Usaha Peternakan dan Pengeolahan Hasil (UPTH), Wastim Edi, diantaranya ialah berkaitan biaya operasional distribusi ditangung penyedia barang. Tetapi pembayaran dari penjual banyak yang macet. “Sehingga harga daging (sapi) di Kabupaten Subang mengalami peningkatan. Tetapi bukan di Subang saja. Semua skala nasional,” kata Wastim Edi menjelaskan kepada Obsessionnews di ruang kerjanya, Kamis (13/8/2015). Untuk mengatasinya, lanjut Wastim, pemerintah melakukan Operasi Pasar dengan mendatangkan daging dari Bulog. Untuk di Jawa Barat telah dimulai di Bandung. Berdasarkan hasul rapat dengan Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat, mempersilahkan daerah apabila memerukan Operasi Pasar untuk mengajukan Pemerintah Provinsi. “Nanti menghubungkan ke Bulog,” ujarnya. Berhubung dari para pedagang di Subang belum ada permintaan makanya kami belum bisa mengajukan Operasi Pasar. Guna menstabilkan harga daging sapi, Dinas Peternakan telah melayangkan surat kepada perusahaan pemasok daging sapi dan suplayer yang memasukan ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ada di Subang, Pagaden dan Ciasem. “Surat sudah dilayangkan, tetapi mereka belum memberitahu kapan waktunya,” jelasnya. Selanjutnya Wastim menyampaikan besaran konsumsi daging sapi di Subang sebanyak 13,5 ton atau 339 ekor per bulan. Sedangkan menjelang Idul Fitri mengalami peningkatan sebanyak 2,5% dan Idul Adha sebanyak 2%. Semua itu stok didatangkan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk Operasi Pasar Subang mendapat laporan dari RPH-RPH stok dalam keadaan aman ditambah mendapat kuota dari Pemerintah Provinsi sebanyak 6 ekor. “Jadi untuk stok di Subang Inshaa Allah tidak akan kekurangan,” pungkasnya. (Ted)





























