Fadli Zon Tidak Suka Jokowi Rombak Kabinet

Fadli Zon Tidak Suka Jokowi Rombak Kabinet
Jakarta, Obsessionnews - Di saat berbagai pihak mendukung reshuffle atau perombakan kabinet Jokowi, ternyata Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ‎justru malah menilai langkah Presiden Jokowi mereshuffel menterinya adalah tidak tepat. Sebab, yang diganti banyak dari menteri koordinator. Menurut Fadli, persoalan yang dihadapi oleh Indonesia, adalah persoalan teknis yang tidak mampu diselesaikan oleh para menteri di bawahnya, bukan ditingkat konsep yang ada di ‎Kementerian Koordinator, seperti masalah ekonomi Indonesia yang semakin lesu. "Padahal, kalau kita mau melihat masalah ekonomi lebih banyak di kementerian teknis, bukan koordinasi," kata Fadli di DPR Rabu (12/8/2015). Politisi Partai Gerindra ini mencontohkan, Menteri Keuangan ‎Bambang Brodjonegoro, kebijakannya dinilai sering menyulitkan subyek pajak karena selalu menaikan nilai pajak. Kemudian Menteri Perhubungan Ignasius Jonan kebijakanya juga dinilai menghambat pelaku usaha. "Jadi, pajak hanya dikenakan kepada subyek yang sama," ujarnya. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Sahid juga dinilai kerap menyusahkan rakyat karena kerap menaikan bahan bakar minyak. Lalu Menteri BUMN Rini Sumarno juga dinilai demikian, kerap membagi-bagi jabatan tapi tidak sesuai dengan bidangnya. Para menteri itu kata Fadli, harusnya yang layak untuk di reshuffel, mereka adalah menteri teknis di bawah Menteri Koordinator Ekonomi, yang tidak berhasil menunjukan kinerja yang bagus selama hampir satu tahun ini. Selain itu, Fadli juga menyoroti Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang tidak dicopot. Padahal menurutnya, Imam telah membuat sepak bola menjadi kisruh. Terakhir ia juga mempertanyakan Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly yang tidak direshuffel. "Jokowi juga tidak berani melakukan reshufflekepada menteri yang berasal dari parpol penguasa atau pendukung presiden dan wapres ketika itu. Ketakutan itu menunjukkan bahwa inireshuffle tambal sulam," tandasnya. Jokowi siang tadi telah melantik lima menteri di Istana Negara, mereka yakni Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan menggantikan Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menjabat sebagai Menko Perekonomian menggantikan Sofyan Djalil. Kemudian, mantan Menko Perekonomian pada era Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli, menjadi Menko Kemaritiman menggantikan Indroyono Soesilo. Mantan pejabat Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Thomas Lembong, menjabat sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Rachmat Gobel. Terakhir adalah elite politik PDI Perjuangan, Pramono Anung, menggantikan Andi Widjajanto sebagai Sekretaris Kabinet. Dan Sofyan Djalil akan menggantikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago. ‎(Albar)