Darmin Nasution Kariernya Tak Pernah Lepas dari Ekokomi

Darmin Nasution Kariernya Tak Pernah Lepas dari Ekokomi
Jakarta, Obsessionnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan perombakan kabinet atau reshuffel, dan melantik enam menteri baru di Istana Negara ‎Rabu (12/8/2015). Salah satu yang menonjol adalah Darmin Nasution yang mengantikan Sofyan Djalil sebagai Menteri Koordinator Perekonomian. Sebab, kebijakan Presiden Joko Widodo merombak Menko Perekonomian dianggap tepat, lantaran Indonesia tengah menghadapi situasi terpuruk dalam hal ekonomi, dengan semakin melemahnya rupiah sampai ketitik Rp 13.700 per dollar Amerika Serikat (AS). Karena itu, publik banyak menaroh harapan dengan adanya reshuffel ini, bisa membawa angin segar bagi kondisi perekonomian Indonesia. Lalu siapa sosok Darmin Nasution? apakah dia sosok yang tepat untuk menjawab tantangan itu, berikut profil singkatnya. Darmin, Pria kelahiran Tapanuli, Sumatera Utara ini sejak awal kariernya dalam dunia kerja tidak pernah lepas dari persoalan ekonomi. Ia adalah mantan Gubernur Bank Indonesia yang menjabat sejak 2010-2013 mengantikan Boediono yang terpilih sebagai Wakil Presiden mendampingi Soesilo Bambang Yudhoyono. Sebelum itu ia pernah menjabat sebagai debuti gubernur senior Bank Indonesia, 2009-2010 mengantikan Miranda Gultom, yang diberhentikan karena terseret kasus korupsi. Tahun 2005-2006 Darmin dipercaya menjabat sebagai Ketua Bapepamdan Lembaga Keuangan. Kemudian tahun, tahun 2006 - 2009 pria jebolan Universitas Indonesia ini pernah juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak, di bawah Menteri Keuangan, mengantikan Hadi Poernomo yang diangkat menjadi Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pada saat menjabat Direktur Pajak, Darmin pernah mengeluarkan kebijakanya yang dikenal dengan sunset policy. Kebijakan merupakan penghapusan sanksi administrasi bagi wajib pajak untuk meningkatkan pendapatan belanja negara tahun 2008 sampai 2009. Pria yang dikarunia dua anak ini, juga tercatat‎ sebagai mantan Gubernur OPEC Fund untuk Indonesia, Direktur Jenderal Lembaga Keuangan, Asisten Menteri Koordinator Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Asisten Menteri Koordinator Produksi dan Distribusi. (Albar)