Ahok Ngomong Abang-None Bukan Pajangan

Jakarta, Obsessionnews – Sebanyak 18 finalis Abang None 2015 dari enam wilayah Jakarta Barat, Timur, Selatan, Utara, Pusat, diterima secara resmi oleh Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok. Para Abang None diminta oleh Ahok agar dapat berbicara menguasai tentang Jakarta, apalagi kepada tamu asing. Ahok mengakui, kadang setingkat Kepala Dinas saja belum tentu dapat menguasai seluruhnya tentang Jakarta. Jadi, Ahok berharap Abang-None 2015 dapat menjalankan apa yang ia rencanakan. “Diharapkan kalau ada tamu -tamu dari luar, mereka diharapkan bisa ngomong. Jadi kadang-kadang jujur aja, kepala dinas belum tentu bisa tahu semua, nah, kalau saya tak mungkin ajak ngomong semua tamukan? Acara-acara mereka bisa ngomong. Jadi mereka bisa kebayang Jakarta itu sedang ngapain,” kata Ahok di Balaikota kepada media usai menerima 18 pasang finalis Abang-None DKI Jakarta 2015 dari enam wilayah di Ibukota, Rabu (12/8/2015). [caption id="attachment_54432" align="aligncenter" width="640"]
Ahok bersama Abang-None Jakarta. (Popi Rahim)[/caption] Padahal, ada program bagus tengah berjalan di DKI. “Kita bisa bicara MRT, rumah susun, ya jadi kalau tamu datang, ya jadi mirip sayalah, cerita-cerita, jual-jual Jakartalah, terutama kepada tamu-tamu dari luar DKI, seperti para duta besar,” tegasnya. Ahok juga menekankan, agar Abang-None bukan sebagai pajangan didepan untuk menerima tamu, tapi bertugas sebagai penyambung lidah DKI. Meski tahun sebelumnya Ahok sudah meminta mereka (abnon) agar lebih aktif berkomunilasi, tapi abnon belum percaya diri. “Mereka masih malu–malu untuk ngomong, nah, saya harap jangan dipajang didepan untuk terima tamu, tapi mempersilahkan tamu diajak masuk dan diajak ngomong. Sebelum ketemu penjabat, jadi mereka bergeser lagi. Kedepan, kalau ada acara tugasnya ngomong-ngomong,” tutur mantan bupati Belitung Timur ini. Program-program keungulan DKI, seperti, ruang public terbuka ramah anak, Ruang Terpadu Ramah Anak (RPTRA), Kartu Jakarta Pintar (KJP), dan Kartu Jakarta Sehat (KJS). Malam puncak pemilihan Abang None Provinsi DKI Jakarta 2015 akan dilaksanakan pada 14 Agustus di Kota Kasablanka, Kuningan, Jakarta Pusat. Acara digelar mulai pukul 19.00 hingga pukul 21.00. (Popi Rahim)
Ahok bersama Abang-None Jakarta. (Popi Rahim)[/caption] Padahal, ada program bagus tengah berjalan di DKI. “Kita bisa bicara MRT, rumah susun, ya jadi kalau tamu datang, ya jadi mirip sayalah, cerita-cerita, jual-jual Jakartalah, terutama kepada tamu-tamu dari luar DKI, seperti para duta besar,” tegasnya. Ahok juga menekankan, agar Abang-None bukan sebagai pajangan didepan untuk menerima tamu, tapi bertugas sebagai penyambung lidah DKI. Meski tahun sebelumnya Ahok sudah meminta mereka (abnon) agar lebih aktif berkomunilasi, tapi abnon belum percaya diri. “Mereka masih malu–malu untuk ngomong, nah, saya harap jangan dipajang didepan untuk terima tamu, tapi mempersilahkan tamu diajak masuk dan diajak ngomong. Sebelum ketemu penjabat, jadi mereka bergeser lagi. Kedepan, kalau ada acara tugasnya ngomong-ngomong,” tutur mantan bupati Belitung Timur ini. Program-program keungulan DKI, seperti, ruang public terbuka ramah anak, Ruang Terpadu Ramah Anak (RPTRA), Kartu Jakarta Pintar (KJP), dan Kartu Jakarta Sehat (KJS). Malam puncak pemilihan Abang None Provinsi DKI Jakarta 2015 akan dilaksanakan pada 14 Agustus di Kota Kasablanka, Kuningan, Jakarta Pusat. Acara digelar mulai pukul 19.00 hingga pukul 21.00. (Popi Rahim) 




























