Mahasiswa Unand Galang Koin Untuk Khiren

Padang, Obsessionnews - Tengah asik memberikan mater kuliah kepada mahasiswa, Selasa (11/8) sekitar pukul 10:30 WIB, Mantan Wakil Menteri Pendidikan, Musliar Kasim, mempersilahkan Dwi Indra Kurniawan untuk menyampaikan tujuan mahasiswa tersebut datang. Dwi Indah Kurniawan adalah koordinator Aliansi Tiga Negara Nan Sabaris. Aliansi Tiga Negara Nan Sabaris adalah aktivis mahasiswa Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terdiri dari mahasiswa gabungan dari Fisip, Fakultas Ilmu Budaya dan Hukum Unand Padang. Aktivis mahasiswa Unand Selasa (11/8) mengalang dana dengan cara mengumpulkan koin untuk pasien BPJS bernama Khiren.
Penggalangan dana melalui Gerakan Cinta Untuk Khiren, Koin Untuk BPJS, aktivis mahasiswa mendatangi setiap lokal menggupulkan koin dari mahasiswa untuk melunasi tanggungan yang dibebankan kepada keluarga Khiren selama berobat di salah satu rumah sakit di Jakarta. Koordinator Aliansi Tiga Negara Nan Sabaris, Unand Padang, Dwi Indah Kurniawan mengatakan, pengumpulan koin sebagai bentuk gerakan kemanusiaan mahasiswa untuk membantu meringankan beban orangtua Khiren, Syaifuddin dan Dewi Anggraini. Selama Khiren menjalani perawatan, dikenai biaya tanggungan cukup besar, karena klaim ditolak BPJS, akibat orangtua Khiren tidak menandatangai Surat Eligibilitas Peserta (SEP) saat pengurusan berkas jelang operasi.
Orangtua pasien yang didiagnosa dokter mengalami gangguna jantung itu telah berutang ke rumah sakit sebesar Rp124,8 juta, karena pasien dianggap umum, akibat tidak menandatangi SEP. Lebih lanjut Dwi Indra Kurniawan mengatakan, gerakan pengumpulan koin yang dilakukan aktivis Mahasiswa Unand untuk BPJS, Selasa (11/8) dilaksankan secara serentak di seluruh gedung kuliah di universitas Andalas.
Sementara itu, orangutau Khiren, Syaifuddin kepada mengaku tidak menandatangi SEP dalam jangka waktu 3x24. "Kita tidak sempat menandatangainya karena sibuk mengurus Khiren untuk menjalani operasi. Bukan tidak mau, karena tidak sempat menandatanginya dalam jangka waktu yang telah ditentukan," kata Saifuddin saat dihubungi obsessionnews.com, Selasa (11/8) sekitar pukul 13:49 WIB. Diketahui Khiren mengalami gangguan jantung sejak berusia 20 hari. Anak dari pasangan Syaifuddin Islami dan Dewi Anggraini lahir pada 22 Juli 2014 bermana Khiren Humaira Islami. (Musthafa Ritonga)
Penggalangan dana melalui Gerakan Cinta Untuk Khiren, Koin Untuk BPJS, aktivis mahasiswa mendatangi setiap lokal menggupulkan koin dari mahasiswa untuk melunasi tanggungan yang dibebankan kepada keluarga Khiren selama berobat di salah satu rumah sakit di Jakarta. Koordinator Aliansi Tiga Negara Nan Sabaris, Unand Padang, Dwi Indah Kurniawan mengatakan, pengumpulan koin sebagai bentuk gerakan kemanusiaan mahasiswa untuk membantu meringankan beban orangtua Khiren, Syaifuddin dan Dewi Anggraini. Selama Khiren menjalani perawatan, dikenai biaya tanggungan cukup besar, karena klaim ditolak BPJS, akibat orangtua Khiren tidak menandatangai Surat Eligibilitas Peserta (SEP) saat pengurusan berkas jelang operasi.
Orangtua pasien yang didiagnosa dokter mengalami gangguna jantung itu telah berutang ke rumah sakit sebesar Rp124,8 juta, karena pasien dianggap umum, akibat tidak menandatangi SEP. Lebih lanjut Dwi Indra Kurniawan mengatakan, gerakan pengumpulan koin yang dilakukan aktivis Mahasiswa Unand untuk BPJS, Selasa (11/8) dilaksankan secara serentak di seluruh gedung kuliah di universitas Andalas.
Sementara itu, orangutau Khiren, Syaifuddin kepada mengaku tidak menandatangi SEP dalam jangka waktu 3x24. "Kita tidak sempat menandatangainya karena sibuk mengurus Khiren untuk menjalani operasi. Bukan tidak mau, karena tidak sempat menandatanginya dalam jangka waktu yang telah ditentukan," kata Saifuddin saat dihubungi obsessionnews.com, Selasa (11/8) sekitar pukul 13:49 WIB. Diketahui Khiren mengalami gangguan jantung sejak berusia 20 hari. Anak dari pasangan Syaifuddin Islami dan Dewi Anggraini lahir pada 22 Juli 2014 bermana Khiren Humaira Islami. (Musthafa Ritonga) 




























