Gerakan Mahasiswa Koin Untuk BPJS Terkumpul Dana Rp8,6 Juta

Gerakan Mahasiswa Koin Untuk BPJS Terkumpul Dana Rp8,6 Juta
Padang, Obsessionnews- Total dana yang terkumpul dari hasil penggalangan dana melalui Gerakan Cinta Untuk Khiren, pasien BPJS yang dilakukan aktivis mahasiswa Universitas Andalasa (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) di kampus mereka sebanyak Rp8.651.400. Koordinator Gerakan Cinta Untuk Khiren, Valdy mengatakan, total dana yang terkumpul hasil sumbangan mahasiswa lewat penggalangan dana yang dilakukan Aliansi Tiga Negara Nan Sabaris mahasiswa dari Fisip, Fakultas Ilmu Budaya, Hukum Unand. Valdy mengatakan, koin yang terkumpul dari aksi penggalangan dana tersebut dimotori Himpunan Hamasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Politik Unand bersama dengan beberapa lembaga mahasiswa di unand. Koin BPJS- Aktivis mahasiswa Unand Padang, Selasa (11/8) menggalang dana dengan cara mengumpulkan koin untuk pasien BPJS bernama Khiren. Aktivis mahasiswa mendatangi setiap lokal menggupulkan koin dari mahasiswa untuk melunasi tanggungan yang dibebankan kepada orangtua Khiren, Syaifudin dan Dwi Anggraini selama berobat di salah satu rumah sakit di Jakarta. Pengumpulan koin sebagai bentuk gerakan kemanusiaan mahasiswa untuk membantu meringankan beban Orangtua Khiren, berutang ke rumah sakit tempat Khiren berobat, karena klaim ditolak BPJS, sebab tidak menandatangai Surat Eligibilitas Peserta (SEP) saat pengurusan berkas jelang operasi. Utang yang mesti dilunasi orangtua pasien yang didiagnosa dokter mengalami gangguna jantung itu sebesar Rp124,8 juta, karena masuk pada pasien umum, akibat orangtua tidak menandatangani SEP. Setelah mengumpulkan koin di kampus, Rabu (12/8) aktivis mahasiswa Aliansi Tiga Negara Nan Sabaris akan melakukan penggalangan dana gerakan koin untuk BPJS. Valdi mengatakan, sejumlah tempat pengumpulan koin di depan Kantor BPJS Jalan Khatib Sulaiman, depan Kantor Gubernur Sumbar, simpang Bppass, Ketaping, simpang bypass Lubeg, simpang lampu merah kantor pos, simpang Pasar Alai dan depan Mesjid Raya Sumatera Barat serta depan kantor DPRD Sumbar. (Musthafa Ritonga)