40 Tahun Warga Pandeglang Seberangi Sungai dengan Rakit

Pandeglang, Obsessionnews – Sungguh menyedihkan! Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pandeglang, Banten, belum merata di seluruh desa. Yang paling mencolok sejak 40 tahun lalu warga tiga kecamatan di Pandeglang, Banten, harus menggunakan alat transportasi sejenis rakit, atau disebut eretan oleh penduduk setempat, untuk menyeberang ke pusat kota. Setiap hari ratusan orang menggunakan rakit untuk menyeberangi Sungai Ciliman selebar 50 meter di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang. Dalam sebulan diperkirakan sekitar 10.000 orang di tiga kecamatan yang menyeberangi sungai tersebut. "Orang-orang melintas dari pagi sampai malam," kata Ajit yang sehari-hari berjualan di warung miliknya di Desa Sukaresmi, Sabtu (8/8/2015). Saat menyeberang, pesepeda motor wajib membayar tarif Rp 2.000. Sedangkan pejalan kaki membayar dengan seikhlasnya. Ajit mengungkapkan kondisi itu membahayakan. Tak sedikit sepeda motor yang jatuh ke sungai karena rakit tidak seimbang. "Apalagi saat musim hujan, arus sungai cukup kencang. Sungainya pun sedalam kurang lebih lima meter," tutur Ajit. Kendati kondisi itu sudah terjadi sejak 40 tahun lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang seolah-olah menutup mata. Ajit mengaku Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi tak pernah memantau lokasi tersebut. Padahal jarak lokasi ke pusat kota hanya kurang lebih 4 kilometer. Anak-anak di desanya pun banyak yang bersekolah di pusat kota dan harus menggunakan rakit untuk menyeberang. Aji menuturkan, tahun 2011 Erwan Kurtubi pernah datang ke Desa Sukaresmi saat kampanye, tetapi tidak melewati jalur penyeberangan itu. Setelah terpilih menjadi Bupati Pandeglang periode 2011-2016, Erwan tidak pernah datang lagi ke desa tersebut. Sementara itu Supriadi, warga Desa Sukaresmi, berharap Pemkab Pandeglang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memberikan perhatian pada kebutuhan penyeberangan di desanya. Apalagi, sebanyak 3.000 kepala keluarga menggantungkan harapan pada penyeberangan yang lebih baik. "Mohon pemerintah segera membangun jembatan beton yang permanen. Sehingga perekonomian masyarakat dapat meningkat," tutur Supriadi. (MTV/arh)





























