Rugikan Negara, Stop Perpanjangan Pengelolaan JICT!

Rugikan Negara, Stop Perpanjangan Pengelolaan JICT!
Jakarta, Obsessionnews - Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN bersatu mendesak pemerintah Presiden Jokowi untuk menyetop perpanjangan pengelolaan JICT (Jakarta International Container Terminal) pada Hunchinson Port. Pasalnya, negara mengalami potensi kerugian JICT dikelola Hunchinson Port. Demikian ditegaskan Kepala Litbang FSP BUMN Bersatu, Suproyono, Minggu malam (9/8/2015). Ia mengungkapkan asumsi dugaan  persekongkolan tender pemberian konsensi Pengoperasian JICT dan TPK Koja. Total  pertumbuhan keuntungan JICT dan TPK Koja selama 9 tahun (2005-2013) rata-rata prosentase pertumbuhan kenaikan arus peti kemas yang masuk dan keluar di kedua terminal masing-masing JICT  15 persen dan  TPK Koja 8 persen per tahunnya maka total potensi kerugian yang akan dialami oleh negara sebagai pemegang 100 persen saham IPC/Pelindo II  adalah  sebagai berikut: 1. Keuntungan perusahaan selama 25 Tahun  - dikurangi rental fee  setiap tahunnya  sebesar     35.000.000 US $  yang harus dibayarkan oleh Huntchinson Port Holding kepada PT Pelindo2 Terkait KSO TPK Koja adalah  2.779.716.535 US $ - 875.000.000 US $=1.904.716.535 dengan pembagian profit  sesuai share Konsensi  Share IPC/Pelindo 2 adalah  51 % di TPK Koja maka menghasilkan profit sebesar US $  971405432.85 sedangkan Share HPH 49 % maka menghasilkan profit sebesar  US $  933311102.15 2. Keuntungan perusahaan selama 25 Tahun - dikurangi rental fee setiap tahunnya  sebesar 85.000.000 US$ yang harus dibayarkan oleh Huntchinson Port Holding kepada PT Pelindo II terkait KSO JICT adalah 7.689.068.881 US$ - 2.125.000.000 US$=5.564.068.881 US$ dengan pembagian profit sesuai share Konsensi Share IPC/Pelindo II adalah  49  % di JICT maka menghasilkan profit sebesar 2.726.393.752 US$ sedangkan Share HPH 51% maka menghasilkan profit sebesar 2.837.675.129 US$. 3. Potensi kehilangan pendapatan dari pengelolaan 2 terminal dengan  membagi keuntungan kepada pihak asing/Huntchinson Port Holding sebesar  US $ 3.659.704.854 dengan asumsi kurs IDR 12.000/US$ maka akan diperoleh hasil Rp43.916.458.247.751. (Red)