Pemkot Bogor Bikin Tim Gabungan Atasi Konflik PKL

Bogor, Obsessionnews - Pemerintah Kota Bogor Jawa Barat terus berupaya mencarikan solusi atas kebijakanya membongkar Pasar Kebon Kembang yang terus menuai protes dari dari Forum Komunikasi Pedagang Kecil (PFPK). Mereka menuntut segera dilakukan relokasi. Padahal, kebijakan Pemerintah Kota Bogor membongkar Pasar Kebon Kembang sebenarnya untuk melakukan penataan ruang publik agar terlihat rapi dan teratur. Sebab, jika kondisi pasar rapi maka konsumen dan pedang bisa sama-sama merasa nyaman untuk melakukan transaksi jual beli. "Perlu dijelaskan bahwa konsep pemerintah kota sudah jelas yaitu melakukan penataan kepada kondisi yang seharusnya. Tertib, teratur dan memuliakan pedagang sehingga bisa melayani konsumen secara layak di tempat yang layak pula," ujar Kepala Humas Pemkot Bogor, Encep Alhamidi dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/8/2015). Penataan itu dengan meminta agar warga yang sudah memiliki kios untuk kembali ke kiosnya masing-masing ke pasar. Sedangkan, PKL yang berjualan sayur basah ditempatkan di Jalan Nyi Raja Pemas. Penataan itu dinilai efektif, untuk memisahkan pedagang basah dengan pedagang kering. Namun, Pemkot Bogor menyayangkan upaya itu ditolak oleh para PKL. Terlebih sampai ada tindakan anarkisme dengan merobohkan posko perantauan di Pasar Anyar. Menurut Encep tindakan itu jelas sudah melanggar aturan hukum, dan bila perlu segera dilakukan penindakan. "Aparat kepolisian bisa melakukan tindakan bila diperlukan," jelasnya. [caption id="attachment_53933" align="aligncenter" width="640"]
Demo PKL di Kota Bogor[/caption] Encep mengungkapkan, untuk menghindari tindakan anarkisme serupa, saat ini pemerintah kota Bogor, Kepala Sekda, Dirut PD Pasar Pakuan Jaya, Kepala Dinas Perdagangan maupun Kadis UMKM, dan petugas Satpol PP terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI. "Bahkan Wali Kota Bogor (Bima Arya) yang tengah mengikuti diklat Lemhanas di Jakarta tetap memantau perkembangan dan terus berkomunikasi dengan Kepala Dandim maupun pak Kapolresta Bogor," jelasnya. Lebih lanjut Encep mengatakan, hasil rapat sore tadi telah disepakati dibuat tim gabungan untuk menyusun konsep kembali penataan Pasar Kebon Kembang. Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Sekda, Kepala Dandim, Kadis UKM, KasatpolPP, dan perwakilan Forum Komunikasi Pedagang Kecil (FKPK). Diketahui, sebelumnya siang tadi sekitar seratusan orang dari PFPK kembali melakukan aksi Unjuk rasa di depan kantor Balai Kota Bgr Jl. Ir, H. Juanda kota. Tuntutan mereka tetap sama meminta Pemkot Bogor segera melakukan relokasi pasca pembongkaran Pasar Kebon Kembang. (Albar)
Demo PKL di Kota Bogor[/caption] Encep mengungkapkan, untuk menghindari tindakan anarkisme serupa, saat ini pemerintah kota Bogor, Kepala Sekda, Dirut PD Pasar Pakuan Jaya, Kepala Dinas Perdagangan maupun Kadis UMKM, dan petugas Satpol PP terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI. "Bahkan Wali Kota Bogor (Bima Arya) yang tengah mengikuti diklat Lemhanas di Jakarta tetap memantau perkembangan dan terus berkomunikasi dengan Kepala Dandim maupun pak Kapolresta Bogor," jelasnya. Lebih lanjut Encep mengatakan, hasil rapat sore tadi telah disepakati dibuat tim gabungan untuk menyusun konsep kembali penataan Pasar Kebon Kembang. Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Sekda, Kepala Dandim, Kadis UKM, KasatpolPP, dan perwakilan Forum Komunikasi Pedagang Kecil (FKPK). Diketahui, sebelumnya siang tadi sekitar seratusan orang dari PFPK kembali melakukan aksi Unjuk rasa di depan kantor Balai Kota Bgr Jl. Ir, H. Juanda kota. Tuntutan mereka tetap sama meminta Pemkot Bogor segera melakukan relokasi pasca pembongkaran Pasar Kebon Kembang. (Albar) 




























