Kinerja Jamkrindo Rp314,04 Miliar pada Semester I 2015

Jakarta, Obsessionnews - Pada semester I 2015, Perum Jamkrindo, anak perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pembiayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) telah mencatatkan laba sebesar Rp314,04 miliar. Angka ini, meningkat 16,02% ketimbang capaian semester I 2014 sebanyak Rp270,68 miliar. Hingga 30 Juni 2015, manajemen Jamkrindo seperti siaran pers yang diterima obsessionnews.com pada Senin (10/8), membukukan aset senilai Rp 10,21 triliun dengan ekuitas Rp8,36 triliun. Peningkatan laba tadi, menurut Direktur Utama Jamkrindo, Diding S Anwar, disebabkan peningkatan imbal jasa penjaminan, pendapatan investasi, dan pendapatan lain-lain (subrogasi). Kinerja laba, juga didukung total volume penjaminan kredit hingga triwulan II sebanyak Rp25,856 triliun atau meningkat 150,2 % dari periode sama tahun sebelumnya. Hingga akhir 2015, target yang dipatok adalah mampu membukukan volume penjaminan sebesar Rp81,78 triliun. Sekedar pengingat, Jamkrindo didirikan berawal dari kondisi riil perkembangan koperasi yang cukup tertinggal dibanding dua pelaku ekonomi lain yakni BUMN dan swasta. Pada 1970, pemerintah mendirikan Lembaga Jaminan Kredit Koperasi (LJKK). Dalam perkembangannya, LJKK diubah menjadi Perusahaan Umum Pengembangan Keuangan Koperasi (Perum PKK), dan berubah lagi menjadi Perusahaan Umum (Perum) Sarana Pengembangan Usaha (SPU). Selanjutnya, pada Mei 2008, melalui Peraturan Pemerintah No. 41 tanggal 19 Mei tahun 2008, Perusahaan Umum (Perum) Sarana Pengembangan Usaha kembali diubah namanya menjadi Perusahaan Umum (Perum) Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) hingga saat ini. Perubahan nama tersebut, berkaitan dengan perubahan bisnis perusahaan yang tidak lagi memberikan pinjaman secara langsung kepada UMKM melalui pola bagi hasil. Namun, hanya terfokus pada bisnis penjaminan kredit UMKMK. (Mahbub Junaidi)





























