Harga Melonjak, Pemerintah Buka Keran Impor 50 Ribu Sapi

Jakarta, Obsessionnews - Usai meresmikan Depo Bapok Kita di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel segera menghadiri rapat koordinasi di Kementerian Pertanian. Salah satu hasilnya, diterbitkan izin ekspor sapi sebanyak 50 ribu ekor dari Australia guna memenuhi kebutuhan nasional dan mengendalikan lonjakan harga. Izin tersebut kata Gobel usai rapat koordinasi, akan diberikan kepada Badan Urusan Logistik (Bulog). Sementara Direktur Utama Bulog, Djarot Kusumajakti mengaku masih mengurus sejumlah perizinan dari instansi terkait menyusul kebijakan tersebut. Menurut Djarot, dia memprediksi kalau pelaksanaan impor 50 ribu ekor sapi Australia itu baru akan dilaksanakan mulai pekan depan. "Setelah nanti keluar spesifikasi teknis yang boleh diimpor, saya akan kembali ke Kemendag untuk izin melaksanakan," kata Djarot. Djarot juga bilang, pengadaan daging sapi dari Australia akan melalui proses tender. Makanya, saat ini dia tengah menyiapkan teknis pengadaan hingga pengiriman. "Nanti saya juga tanya teknis apakah ini sapi bakalan atau siap potong. Kalau (sapi) bakalan butuh tiga bulan penggemukan, kalau siap potong di karantina janjinya hanya satu-dua hari," kata dia. Memang, sejak pasca Lebaran harga daging sapi di pasar mengalami lonjakan hingga berada di kisaran Rp 120 ribu hingga Rp 140 ribu perkilogram. Tingginya harga, membuat para pedagang di sekitar Jabodetabek menggelar aksi mogok sejak Sabtu (8/8). Bahkan, ada yang berencana menggelar demo sampai Selasa atau Rabu lusa.(Mahbub Junaidi)





























