Netralitas PNS di Tiga Daerah Dipertanyakan

Netralitas PNS di Tiga Daerah Dipertanyakan
Semarang, Obsessionnews - Netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tiga daerah di Jawa Tengah mulai dipertanyakan. Lantaran, beberapa oknum PNS ketahuan mengkampanyekan salah satu kandidat kepala daerah. "Mulai banyak ditemukan, mulai dari yang dilakukan camat hingga pegawai negeri sipil biasa," ujar anggota Bawaslu Jateng, Teguh Purnomo, Jum'at (7/8/2015) Ketiga daerah tersebut diantaranya kota Semarang, kabupaten Purbalingga dan kabupaten Klaten. Di kota Semarang, terdapat seorang camat yang mengenalkan salah satu calon kepala daerah dalam sebuah forum halal bi halal. Hingga kini Panwaslu mengusut dan mengumpulkan bukti peristiwa tersebut. Meski begitu, pihaknya enggan menyebut nama camat karena masih dalam proses pengusutan. "Jika disebut, kami khawatir malah menyulitkan pengusutan," jelasnya lagi. Sedangkan di Kabupaten Klaten, Panwaslu menemukan seorang istri camat setempat yang mengenalkan salah seorang calon di acara Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Ditengarai, karena kedua calon yakni Sri Hartini-Sri Mulyaniyang sama-sama perempuan. Sri Hartini sendiri adalah bekas Wakil Bupati Klaten dan Sri Mulyani adalah istri Bupati Klaten, Sunarna Selain itu, di Kabupaten Purbalingga, Panwaslu mengetahui beberapa PNS di daerah tersebut melibatkan diri saat pendaftaran salah satu bakal calon kepala daerah. "Kasus ini juga mulai dalam tahap klarifikasi," tukas Teguh. Dengan banyaknya kasus pelanggaran netralitas, Bawaslu tidak segan-segan menghukum para oknum PNS itu. Hukuman pun bervariasi, mulai dari peringatan, mutasi, penurunan pangkat hingga pencopotan sebagai PNS. (Yusuf IH)