Pemberian Penghargaan Saat HUT Kota Padang Dikecam

Padang, Obsessionnews - Pemberian penghargaan terhadap 10 orang yang dianggap berjasa di bidang masing-masing oleh Pemerintah Kota (Pemko) Padang Sumatera Barat (Sumbar) pada peringatan hari jadi ke-346 Kota Padang yang jatuh pada Jum'at (7/8), menuai kontoversi. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, mengkritik pemberian penghargaan tersebut dan apa yang menjadi dasar sehingga bersangkutan berhak menerimanya. Anggota DPRD Padang, dari Fraksi PPP, Maidestal Hari Mahesa, menilai, pemberian penghargaan kepada 10 orang itu tidak tepat. Ia sebagai anggota DPRD mengaku tidak mengetahui Pemerintah Kota Padang memberikan penghargaan kepada 10 orang tersebut. Berdasarkan UU 20 tahun 2009 bahwa usulan tentang penghargaan, pemberitaan tanda jasa dan gelar, yang akan menerima penghargaan berdasarkan usulan dari tokoh masyarakat dan lembaga sosial kemasyarakatan kemudian dibicarakan bersama dengan DPRD. "Tidak ada pemberitahuan dengan kita siapa-siapa saja yang menerima penghargaan. Ini baru kita ketahui pada saat sekrang ini," ujar Maidestal saat Paripurna HUT Kota Padang ke-346, berlangsung di Gedung DPRD Padang, Jumat (7/8). Menurut Maidestal, seharusnya yang mendapat penghargaan tersebut, Direktur Utama PT Semen Padang Benny Wendry, Mantan Walikota Padang Fauzi Bahar, Mantan Direktur Utama PDAM Kota Padang Suloko. Ketiganya dinilai telah berjasa kepada Kota Padang. Semen Padang menyumbang PAD terhadap Kota Padang nilainya bukan sedikit. Jasa Mantan Walikota Padang dua periode, Fauzi Bahar dinilai sangat besar antara lain, memberantas judi dan togel, pencetus pesantren Ramadhan, Subuh Mubarakah, Sekolah Berhijab serta mambangun Kota Padang pasca gempa 2009. Mantan Kepala PDAM Suloko dinilai mampu menumbuhkembangkan PDAM. Hal yang sama diungkapkan Wakil Ketua DPRD Padang, Wahyu Iramana Putra. Ia mengatakan, kontroversi pemberian penghargaan itu tidak hany datang dari Maidestal Hari Mahesa, juga dari seluruh anggota dewan di DPRD Padang. "Kita akan merapatkan hal tersebut dalam waktu dekat ini," kata Wahyu Iramana Putra. Dalam kesempatan yang sama Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, pemberian penghargaan itu sudah melalui aturan dan mekanisme. Penerima penghargaan melalui usulan dari bawah, yaitu yang mengusulkan SKPD. Kemudian, panitian dari lembaga, tokoh masyarakat dan usulan SKPD. "Indikatornya jelas, dan kemudian soal akomodir usulan dari DPRD, itu adalah kewenangan dari eksekutif," ujar Mahyeldi. Hari jadi Kota Padang ke-346 tahun yang diperingati Jum'at (7/8), Pemko Padang memberikan penghargaan kepada 10 tokoh masyarakat. Pemberian penghargaan langsung diberikan olah Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah. Pemberian penghargaan terhadap 10 tokoh masyarakat berdasarkan keputusan Walikota Padang No. 308 Tahun 2015. 10 tokoh masyarakat yang mendapatkan penghargaan pada perayaan hari jadi Kota Padang, Prof. Dr. Ir. H. Isril Berd, SU, di Bidang Pertanian, Asri Astianingsih, Bidang Lingkungan, H. Herman, SE, MBA, Bidang Kepalangmerahan, Mahdianur, SE, MM, Bidang Kepemudaaan, Sahar, DT Rajo Nan Sati, Bidang Kemasyarakatan. Kemudian, Hendro Damuchi, SH, Bidang Pembngunan Wisata Bahari, H. Nasrul Hasan, Bidang Zakat, Erma Yutati, SE, Bidang Pembangunan Kewanitaan, Liang Hong Foei, Bidang Kebersihan Lingkungan dan Eva Milza, Bidang Industri Makanan. Listrik Padam Rapat paripurna istimewa DPRD Kota Padang tentang hari jadi Kota Padang berlangsung, suasana dalam ruangan rapat sempat gelap gulita, sebab listrik padam. Akibat kondisi tersebut, acara sidang sempat terganggu. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Nasir Ahmad mengatakan, sebelum hari jadi Kota Padang diperingati, pihaknya sudah mengirim surat kepada pihak Pembangkit Listrik Negara (PLN) untuk mengantisipasi agar listrik tidak dipadamkan saat acara berlangsung. Namun sesuatu terjadi di luar dugaan. Saat acara paripurna berlangsung, listrik padam dan genset sebagai cadangan yang diharapkan sebagai pengganti juga tidak ada. Wahyu Iramana Putra menyayangkan listrik padam pada saat acara berlangsung. HUT Kota Padang yang merupakan agenda besar seharusnya tidak terjadi pemadaman listrik. Paripurna Hari Jadi Kota Padang Sepi Hari jadi Kota Padang ke 346 berbeda dengan hari Jadi Kota Padang yang dilaksanakan tahun sebelumnya. Usia Kota Padang yang ke-346 kali ini, kehadiran para tokoh di Kota Padang terlihat tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Melihat suasana demikian, Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra menegaskan, dari sekian lama perayaan HUT Kota Padang dilaksanakan, baru perayaan HUT Kota Padang tahun ini yang sepi dihadiri para tokoh. Ia mengatakan, undangan yang terlihat menghadiri paripurna tersebut kebanyakan dari pihak perusahaan, seperti dari perbankan serta dari instansi atau lembaga vertikal. (Musthafa Ritonga)





























