PAN Tidak Yakin Muhammadiyah Bikin Partai

Jakarta, Obsessionnews - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay menilai, wacana Muhammadiyah mendirikan partai politik tidak akan membuat Muhammadiyah semakin besar dan disegani. Justru pesan dakwah yang disampaikan Muhammadiyah akan dikerdilkan.
"Sebagai gerakan civil society, posisi Muhammadiyah saat ini sudah tepat. Mendirikan partai politik dan berafiliasi dengan parpol akan mengerdilkan peran dakwah Muhammadiyah," ujarnya saat dihubungi, Selasa (4/8/2015).
Saleh juga tidak percaya Muhammadiyah akan melakukan hal itu. Semangat Muhammadiyah dalam berpolitik, sudah tercermin dengan dibentuknya PAN pada masa Reformasi, dimana pendiri-pendiri PAN tidak lain adalah berasal dari tokoh-tokoh Muhammadiyah.
Untuk itu, Ketua Komisi VIII DPR RI ini mengatakan, lebih baik yang perlu dilakukan oleh Muhammadiyah saat ini adalah mendistribusikan kader-kader terbaiknya untuk masuk dalam partai politik. Sebab, Muhammadiyah punya peran besar untuk membantu pemerintah.
"Tentu, partai yang dituju adalah partai yang memiliki visi dan misi yang sejalan dengan dakwah Muhammadiyah," jelasnya.
Terlebih kata dia, dengan sistem politik yang semakin liberal, Muhammadiyah dirasa perlu untuk menyusun strategi pendistribusian kadernya ke partai-partai politik. Namun, jarak dan kedekatan kepada partai-partai politik itu harus tetap dijaga.
Dengan begitu, tegasnya, misi dakwah profetik Muhammadiyah tidak terkoptasi dan tercemari dengan politik kekuasaan yang cenderung mengabaikan idealitas dan mengedepankan pragmatisme.
"Relasi dengan politik dan kekuasaan selalu dibicarakan di Muhammadiyah. Karena itu, warga dan aktivis Muhammadiyah sudah memahami urgensi dan tantangannya. Tidak perlu didorong-dorong agar Muhammadiyah terjun ke politik praktis," tegasnya. Diketahui dalam pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke 47 di Makasar, Ormas Islam yang didirikan oleh Ahmad Dahlan ini berkeinginan untuk membentuk partai politik.
Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, pihak membuka opsi mendirikan partai politik, sebagai wujud partisipasi Muhammadiyah dalam kancah politik nasional. (Albar)





























