Emil akan Bangun Pasar Simpang Dago dan Relokasi PKL

Bandung, Obsessionnews - Walikota Bandung Ridwan Kamil kembali melakukan blusukan pada program sapa warga, Rabu (5/8). Kali ini, daerah Kecamatan Coblong menjadi wilayah ketiga yang menjadi destinasi setelah Cicendo dan Astana Anyar beberapa Waktu lalu. Pria yang kerap dipanggil Emil ini meninjau beberapa titik seperti di pasar simpang Dago, rumah warga, PKL Dayang Sumbi dan Babakan Siliwangi. Menanggapi kondisi pasar tradisional Simpang Dago, Emil mengatakan banyak laporan dari warga terkait kemacetan pagi hari di daerah tersebut. Emil menginstruksikan kepada Camat Coblong untuk menertibkan PKL di daerah tersebut. "PKL disini kan termasuk zona kuning, jadi masih boleh berdagang tapi harus sesuai dengan aturan," ujarnya.
Setelah melihat kondisi pasar yang dinilai kurang baik, Emil berencana membangun pasar tersebut lebih modern. Menurutnya, pasar modern nanti akan dibangun empat lantai, dengan lantai pertama akan berjualan sembako dan tiga lantai akan berjualan kebutuhan lainnya.
Menurutnya, pasar Simpang Dago akan dibangun modern dengan tipe A. Tidak harus dikombinasi dengan apartemen dikarenakan susahnya akses jalan. "Ada penguatan pendirian pasar supaya kualitas pasar dari zaman dulu sampai sekarang berubah jadi modern. Kita upayakan secepatnya terealisasi tahun ini," ungkapnya.
Sementara itu menyikapi masalah relokasi PKL Jalan Dayang Sumbi Bandung, Emil menjelaskan solusinya sudah ada yaitu memindahkannya ke parkiran Sabuga Atas. "Solusinya kan sudah ada pindah ke lahan parkir yang memang tanah milik Pemkot Bandung. Kita akan siapkan mereka tinggal pindah saja," ucapnya. Ia juga berharap dalam waktu dekat ada upaya relokasi ke tempat tersebut. Emil mengakui masih ada komunikasi yang tidak terjalin dengan baik antara PKL Dayang Sumbi dengan Pemkot Bandung. PKL Dayang Sumbi merasa ada musyawarah yang diharapkan oleh pihaknya tapi tidak direspon oleh Pemkot Bandung. Karena mereka masih belum tahu bentuk relokasinya akan seperti apa. "Pokoknya sekarang aturan hokum, tapi api kita ada unsur kemanusian mencari dulu tempat relokasinya dan tidak ada alasan lagi untuk menolak,"tuturnya. Emil juga menegaskan kepada para PKL yang sudah diberikan solusi tapi masih saja berjualan, pihaknya tidak ada kompromi. (Dudy Supriyadi)
Setelah melihat kondisi pasar yang dinilai kurang baik, Emil berencana membangun pasar tersebut lebih modern. Menurutnya, pasar modern nanti akan dibangun empat lantai, dengan lantai pertama akan berjualan sembako dan tiga lantai akan berjualan kebutuhan lainnya.
Menurutnya, pasar Simpang Dago akan dibangun modern dengan tipe A. Tidak harus dikombinasi dengan apartemen dikarenakan susahnya akses jalan. "Ada penguatan pendirian pasar supaya kualitas pasar dari zaman dulu sampai sekarang berubah jadi modern. Kita upayakan secepatnya terealisasi tahun ini," ungkapnya.
Sementara itu menyikapi masalah relokasi PKL Jalan Dayang Sumbi Bandung, Emil menjelaskan solusinya sudah ada yaitu memindahkannya ke parkiran Sabuga Atas. "Solusinya kan sudah ada pindah ke lahan parkir yang memang tanah milik Pemkot Bandung. Kita akan siapkan mereka tinggal pindah saja," ucapnya. Ia juga berharap dalam waktu dekat ada upaya relokasi ke tempat tersebut. Emil mengakui masih ada komunikasi yang tidak terjalin dengan baik antara PKL Dayang Sumbi dengan Pemkot Bandung. PKL Dayang Sumbi merasa ada musyawarah yang diharapkan oleh pihaknya tapi tidak direspon oleh Pemkot Bandung. Karena mereka masih belum tahu bentuk relokasinya akan seperti apa. "Pokoknya sekarang aturan hokum, tapi api kita ada unsur kemanusian mencari dulu tempat relokasinya dan tidak ada alasan lagi untuk menolak,"tuturnya. Emil juga menegaskan kepada para PKL yang sudah diberikan solusi tapi masih saja berjualan, pihaknya tidak ada kompromi. (Dudy Supriyadi)





























