Keluarga Jangan Sampai Miskin Mentalitas

Keluarga Jangan Sampai Miskin Mentalitas
Bandung, Obsessionnews - Keluarga jangan sampai miskin mentalitas. Demikian disampaikan ketua Tim Penggerak PKK Jabar Netty Heryawan saat menjadi keynote Speaker pada Acara Pembukaan Pembekalan Kader Motekar (Motivator Ketahanan Keluarga) dengan Tema "Pola Pengasuhan Anak Berbasis Masyarakat", Selasa (4/8). Netty yang  didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat Neni Kencanawati di Rindam III/SLW Bandung menjelaskan pentingnya pola pengasuhan anak berbasis masyarakat. Netty  mengatakan keluarga merupakan unit terkecil dimasyarakat yang menjadi pilar bangsa. Dalam keluarga terjadi sebuah proses pola pengasuhan dan pembentukan karakter bagi anak di masyarakat saat bersosialisasi ketika tumbuh dewasa. Namun kenyataannya, saat ini anak menjadi korban yang tergerus oleh permasalahan sosial. Salah satunya kemiskinan yang mengakibatkan kerentanan dalam keluarga sehingga terjadi kekerasan, penelantaran dan pelecehan terhadap anak yang seharusnya dilindungi. "Kemiskinan ini bukan saja miskin secara ekonomi tetapi yang bahayanya miskin secara mentalitas, kejiwaan dan pengetahuan atau informasi yang sangat mempengaruhi sumber daya manusia nantinya," tandasnya. Netty menambahkan perlunya pola pengasuhan anak berbasis masyarakat yang dapat berkolaborasi dengan Perda penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga. Dia mengatakan pengasuhan anak menjadi tanggung jawab bersama karena faktanya orangtua biologis tidak dapat memenuhi pola pengasuhan dengan baik. "Diharapkan kader motekar ini dapat membangun kepantasan diri, keteladanan dan berwawasan luas dalam mendampingi keluarga rentan di masyarakat," ucapnya. Sementara itu Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi menyampaikan kegiatan ini merupakan amanat dari Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9/2014 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Para kader ini menjadi sangat penting di tengah masyarakat dengan memberikan pendampingan, khususnya keluarga yang rentan. Sehingga menjadi keluarga yang sejahtera serta memberikan keteladanan bagi masyarakat. Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat Neni Kencanawati menjelaskan sebanyak 32 orang Fasilitator Motekar telah terpilih dari 27 Kab/Kota di Jawa Barat yang nantinya akan memberi pelatihan pada Kader Motekar. Sebanyak 892 Kader Motekar yang akan dilatih melalui empat kelas yaitu tanggal 3 - 6 Agustus 2015 sebanyak 236, 19 - 22 Agustus sebanyak 239, 25 - 28 Agustus 2015 sebanyak 282 dan 14 - 17 September 2015 sebanyak 178. (Dudy Supriyadi)