Bisnis Perahu Karet yang Beromzet Ratusan Juta Rupiah

Bisnis Perahu Karet yang Beromzet Ratusan Juta Rupiah
Bogor, Obsessionnews - Berawal dari hobi berbuah menjadi rejeki. Ungkapan tersebut cocok diberikan kepada M. Zaka Ilham. Betapa tidak. Latar belakangnya sebagai penggiat arung jeram membuat anggota Gapadri, Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta, ini melihat ada bisnis yang berprospek cerah di bidang arung jeram, yakni bisnis perahu karet. Intuisinya tak meleset. Berkat inovasinya, perahu karet yang diproduksi oleh Liquidstar dengan mudah diterima pasar dan menjadi primadona dibandingkan dengan produk lokal sejenis lainnya. [caption id="attachment_52764" align="alignleft" width="342"]M. Zaka Ilham alias Porcas. M. Zaka Ilham alias Porcas.[/caption] “Seringnya saya turun dari satu sungai ke sungai lainnya untuk mengasah ilmu arung jeram menjadi inspirasi awal, kelak saya akan punya usaha di bidang produksi perahu karet. Akhirnya, saya mengambil keputusan untuk mengawali roda bisnis produksi perahu karet, karena di Indonesia masih sedikit jumlah produsen perahu karet,” ujar pria yang akrab disapa Porcas itu. Pengetahuannya tentang karakteristik sungai Indonesia menjadi bekal awal promosi Liquidstar yang menganut sistem custome by order. “Jadi customer bisa request type sesuai dengan kebutuhan sungai-sungai yang ada. Bisnis produksi tak sekadar cash flow, tapi juga lebih memacu adrenalin saya,” ungkapnya dengan penuh semangat. Untuk mendapatkan modal awal ia harus mempresentasikan proposal Liquidstar kepada sang ibu yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Gayung pun bersambut. Sang ibu merestuinya. Porcas diberi kepercayaan untuk mencari modal dengan jaminan surat keputusan (SK) PNS sang ibu. “Saya berhasil mendapatkan modal awal sebesar Rp 85 juta,” bebernya. 11805905_756956247766411_1176668233_n Modal itu dipergunakan antara lain untuk menyewa rumah sebagai sarana home industry di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan legalitas CV dengan notaris. Terbatasnya sumber daya manusia mengharuskannya turun langsung mengurusi marketing, kepala produksi, keuangan, dan purchase stock opname. Kendati demikian, ia tetap bersemangat dan tak pernah berhenti belajar. Bisnisnya berbuah manis. Pada awalnya, Porcas bersama lima karyawannya hanya  memproduksi empat unit perahu karet saja selama sebulan. Kini, Liquidstar telah memiliki 13 karyawan dan dalam sebulan mampu memproduksi 20 unit. “Tahun pertama pada 2012 omset bersih kami setahun sebesar Rp 100 juta, dan tahun kedua meningkat menjadi Rp 137 juta. Alhamdulillah, saya bisa menjalankan dinamika bisnis ini dengan kerja cerdas,” cetusnya. Visi dan misi Liquidstar adalah dengan anak muda yang kreatif dan semangat belajar selalu berinovasi tanpa batas. Artinya, Liquidstar tetap bangga dengan hasil produksi buatan tangan (hand made) yang menjadi ciri khasnya. FB_IMG_1436275981895 Lebih lanjut ia mengatakan, di dalam persaingan dunia bisnis perahu hal yang menjadi standar prosedur produksi adalah menggunakan material yang berkualitas baik dari Korea. Dan dalam formula inti kualitas suatu perahu karet adalah kualitas glue chemical (lem kimia) yang dipesan  dari perusahaan lem terbaik dan sesuai dengan hasil uji lab ketangguhan lem terhadap material pvc Liquidstar. “Jadi takaran dan formula lem kami sudah sesuai dengan kebutuhan baik di air laut atau air tawar tidak berpengaruh besar terhadap performance lem kami. Selain itu prinsip hand made kami juga memberikan sistem safety valve (katup pengaman) di setiap tabung perahu tersebut. Dalam menjalankan riset kami berprinsip ilmu fisika tentang elastisitas karet. Walaupun hand made kami sangat percaya diri bisa bersaing dengan produk lokal yang sudah menggunakan teknologi seperti press welding,” tuturnya. Ia menggarisbawahi kelemahan rata-rata perahu karet di indonesia adalah tidak tahan terhadap suhu berlebih yang dihasilkan oleh suhu panas matahari dan tekanan angin tinggi. Selama delapan bulan Porcas dan tim meriset keunggulan sistem safety valve. Kini pihaknya berani memberikan garansi jika perahu rusak (meledak) karena panas, pihaknya akan mengganti dengan unit baru. Produk Liquidstar antara lain tipe  all raft boat seharga Rp 17 juta, dengan desain sheet dan desain sudut depan belakang khas LIquidstar sehingga lincah saat bermanuver di sungai. “Desain pondasi tali perahu seperti di badan dan bantal tengah (thwart) kami berikan keamanan dan kenyaman pemakai, agar tali yang ada di bagian perahu bisa meminimalisir kecelakaan sungai jika terjadi," tandasnya. Selain itu, wahana water game untuk wilayah pantai ada Paus Boat Rp 10 juta, Aira Inflatable Kayak Rp 9 juta, serta Long Chassis Rubber Boat (LCR) atau yang dikenal dengan perahu motor mulai dari Rp 16 juta. Dalam customer service, Liquidstar memberikan garansi selama 18 bulan dari order dikirim, lalu setelah penjualan akan diberikan kebijakan harga purna jual. “Anda bosan, jangan segan take over perahu lama dengan perahu baru,” ucapnya. Apa yang diutarakannya bukanlah sekadar lip service, Liquidstar memang mengutamakan mutu dan sebisa mungkin memberikan benefit tambahan bagi konsumennya. Yang menggunakan produk Liquidstar antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, BPBD Jawa Barat, BPBD Jawa Timur, BPBD Aceh, BPBD Medan, dan BPBD Palembang. Ke depan tim research and bisnis development Liquidstar berencana menggarap The Water Game First in Indonesia dengan perkiraan modal sebesar Rp 1,2 miliar. Porcas berharap usahanya ini bisa berekspansi hingga ke kancah internasional. Ia mengeluhkan selama ini kendala yang dihadapinya adalah birokrasi yang rumit dan biaya yang mahal. “Semoga ke depan Liquidtstar bisa go international dan terus melakukan inovasi. Selain itu, saya juga berharap saya bisa memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan untuk Ibu, bapak, dan isteri serta anak saya. Rekan tim produksi dan yang berada di struktural bisa menjadikan usaha ini sumber utama rezeki yang halal dan amanah,” tutup ayah Aira Mazaya Putri Ilham itu. (Gea)