Pilot Senior Citilink Tergelincir di BIM

Padangpariaman, Obsessionnews - Pesawat Citilink QG 7970 yang tergelincir di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) diterbangkan seorang pilote senior yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi. Pilot yang menerbangkan peswat berpenumpang 174 itu adalah Capt Beri Sinaga. Direktur Utama Citilink, Albert Burhan mengatakan, capten pilot adalah salah satu pilot senior yang dimiliki perusahaan maskapai penerbangan Citilink. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Citilink, Albert Burhan "Jam terbangnya sudah tinggi dan pilot yang sudah senior yang kita miliki," kata Albert Burhan kepada wartawan saat berada di BIM, Senin (3/8). Selain pilotnya senior, pesawat yang diterbangkan Capt Beri Sinaga juga masih baru dan laik terbang. Pesawat mulai beroperasi dalam setahun belakangan atau sejak tahun 2014. "Belum lamalah. Masih tahunan. Usianya baru satu tahun yaitu sejak tahun 2014 lalu," kata Burhan capten kapal yang senior, pesawat Citilink QG 7970 yang membawa penumpang 174 itu masih baru dan laik terbang. Pesawat yang tergelincir pada hari Minggu kemaren sekitar pukul 19:27 WIB, baru dalam satu tahun ini, atau mulai beroperasi sejak tahun 2014 lalu.
Meskipun pesawat masih baru dan laik terbang, pihak maskapai menyerahkan sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan penyedikan penyebab pesawat tergelincir. Sambil menunggu hasil penyelidikan dari pihak KNKT, pihak maskapai mendatangkan pesawat Citilink dengan jenis yang sama untuk membawa penumpang yang ikut bersama pesawat yang tergelincir. Upaya itu dilakukan untuk mengurai penumpukan penumpang di BIM sekaligus supaya tidak mengganggu penerbangan Citilink yang lain. "Ada satu pesawat kita yang memang kita stanbaykan, itu yang kita gunakan. Tidak mengganggu rute lain," sebut Burhan. Sebelum penyidikan selesai dilakukan, pesawat masih tetap berada di BIM. Setelah ada keputusan dari KNKT pesawat laik terbang, Citilink akan dioperasikan kembali. Minggu (2/8) sekitar pukul 19:27 WIB, pesawat Citilink jenis Air Bus A320 tergelincir di BIM. Pasca tergelincir membuat penerbangan terganggu dan BIM mulai beroperasi kembali Senin (3/8) sekitar pukul 10:00 WIB. (Musthafa Ritonga)
Meskipun pesawat masih baru dan laik terbang, pihak maskapai menyerahkan sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan penyedikan penyebab pesawat tergelincir. Sambil menunggu hasil penyelidikan dari pihak KNKT, pihak maskapai mendatangkan pesawat Citilink dengan jenis yang sama untuk membawa penumpang yang ikut bersama pesawat yang tergelincir. Upaya itu dilakukan untuk mengurai penumpukan penumpang di BIM sekaligus supaya tidak mengganggu penerbangan Citilink yang lain. "Ada satu pesawat kita yang memang kita stanbaykan, itu yang kita gunakan. Tidak mengganggu rute lain," sebut Burhan. Sebelum penyidikan selesai dilakukan, pesawat masih tetap berada di BIM. Setelah ada keputusan dari KNKT pesawat laik terbang, Citilink akan dioperasikan kembali. Minggu (2/8) sekitar pukul 19:27 WIB, pesawat Citilink jenis Air Bus A320 tergelincir di BIM. Pasca tergelincir membuat penerbangan terganggu dan BIM mulai beroperasi kembali Senin (3/8) sekitar pukul 10:00 WIB. (Musthafa Ritonga) 




























