Kiai Berpolitik Tergoda Gaya Hedonism

Kiai Berpolitik Tergoda Gaya Hedonism
Surabaya, Obsessionnews - Sesungguhnya tidak ada suatu jaminan jabatan kiai akan selamat dari godaan proyek politik, sebab dalam dunia politik penuh dengan intrik dan kepentingan. “‎Di sanalah kiai akan digoda dengan kepentingan duniawi yang benar-benar harus mampu membedakan mana yang hak dan bathil,” kata Pemerhati Sosial Keagamaan, Abdul Mu'id, Senin (3/8/2015). Ia menegaskan, akan sulit mengelak jika kiai memimpin jalannya proyek 'hitam' dengan kepentingan proyek tersebut. Apalagi dengan embel-embel barang mewah dan bermerek, suka kunjungan kesana-kemari, memboroskan uang, dan godaan wanita. “Gaya hidup hedonism‎ inilah rupanya memang satu paket dari ekses politik kiai terjun ke dunia politik,” tuturnya. Menurut dia, jabatan kiai adalah amanat dari Umat. Sehingga pertanggungjawabannya adalah berat. Untuk mengemban Jabatan amanat itu, kiai tidak bisa dimiliki sembarangan orang, sebab julukan kiai adalah julukan kehormatan yang mengangkat adalah umat itu sendiri. ‎“Sementara kiai harus ditiru semua sepak terjangnnya diawasi dan dipantau oleh umat, apalagi kiai itu terjun di dunia Politik,” jelasnya. Abdul Mu'id mencontohkan, ‎dulu kita sudah mengenal kiai-kiai banyak yang ke politik, seperti, kiai Muhammad Jember, kiai Dimyati Rois Kendal Jawa Tengah di PKB, kiai Murodi Jawa Tengah di PDIP, Kiai Alawi Muhammad Sampang di PPP, kiai Yahya Zaini di Golkar, dan kiai-kiai lainnya. “Jika kebanyakan kiai suka Jabatan Politik, maka dikhawatirkan Umat akan kehilangan Figur Kiai, dan Umat diibaratkan seperti itik kehilangan Induknya‎,” tandasnya. (GA Semeru)