‎Gus Ipul: Tidak Ada Politisasi Muktamar

‎Gus Ipul: Tidak Ada Politisasi Muktamar
Jombang,Obsessionnews - Ketua panitia daerah Muk-tamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-33 Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) membantah upaya politisasi muktamar NU dari partai politik seperti yang dituduhkan KH Salahuddin Wahid (Gus Solah). Menurut dia, muktamar ini bersifat terbuka bagi siapa pun untuk mengambil peran, termasuk partai politik.Sesaat setelah KH Salahu-din Wahid menyampaikan pernyataan keras terhadap pelaksanaan muktamar, Gus Ipul buru-buru memberikan klarifikasi. Dia menegaskan tak ada upaya politisasi yang terjadi pada peserta muktamar untuk memenangkan calon tertentu. “Tidak ada itu politisasi, semua orang boleh berperan pada muktamar,” kata Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf. Dia menjelaskan, polemik politisasi ini muncul karena dipicu sejumlah persoalan teknis terkait dengan pendaftaran peserta. Hal ini pun juga akibat tak terkendalinya para peserta yang sulit dikoordinasi. Ketika proses pendaftaran dilakukan, para peserta justru pergi mengunjungi makam auliya. Dia mencontohkan kepergian sejumlah peserta ke Pondok Pesantren Tebuireng yang diasuh KH Salahudin Wahid dan dikabarkan tak bisa kembali adalah persoalan teknis. Gus Ipul menganggap mereka tak tahu jalan kembali dan bukan merupakan manuver politik pemilik rumah untuk mengarahkan muktamirin. “Mungkin mereka bingung jalan ke muktamar, gitu saja,” katanya. Sebagai sesepuh NU, Gus Ipul sangat menghormati Gus Solah. Apalagi selaku tuan rumah, Gus Solah tentu berharap pelaksanaan muktamar berlangsung lancar. Bahkan demi menjaga roh NU, muktamar dilakukan di Jombang yang dekat dengan makam pendiri. Sementara itu, muktamar ke33 NU di Jombang juga diwarnai ‘penculikan’ peserta. Di duga ‘penculikan’ peserta dari pemondokan yang diplot sebelumnya itu terkait pencalonan pimpinan NU. Gus Ipul berharap kondisi itu segera normal. “Bisa jadi (karena persaingan), sampai sekarang (kondisi di pemondokan peserta) seperti itu. Mudah-mudahan segera kembali normal,” kata Gus Ipul yang juga Wagub Jawa Timur itu. Namun, Gus Ipul enggan menyimpulkan dugaan ‘penculikan’ peserta itu benar-benar berkaitan dengan perebutan suara muktamirin oleh para calon pimpinan NU. “Yang jelas itu janggal,” pungkasnya. Sebelumnya isu penculikan menimpa Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Malik Madaniy, kemudian menimpa ribuan peserta. Menyusul isu itu, panitia muktamar melakukan pendataan dan mendapati sejumlah peserta itu tidak berada di pemondokan masing-masing. Hingga Minggu (2/8/2015), panitia muktamar hanya menampung 291 peserta. Jumlah itu jauh dari kuota yang ditetapkan oleh panitia sebesar 513 peserta. (GA Semeru)