Calon Tunggal, Setya Novanto Salahkan Parpol

Jakarta, Obsessionnews - Ketua DPR, Setya Novanto menilai, partai politik adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas adanya calon tunggal di 11 daerah dalam Pilkada 9 Desember mendatang. Sebab, sebagai pilar demokrasi parpol harusnya bisa menghadirkan figur-figur terbaik untuk dicalonkan sebagai kepala daerah. "Itu masalahnya kita percayakan pada partai yang bersangkutan untuk bisa selesaikan masalah-masalah dan hal-hal yang belum diselesaikan dengan baik, tapi kalau hanya untuk calonnya cuma satu, banyak yang belum selesaikan," ujar Setya di Jakarta, Sabtu (31/7/2015). Untuk itu, Setya meminta persoalan ini agar dipikirkan secara serius oleh parpol guna dicarikan solusinya. DPR kata dia, juga akan melakukan konsultasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Komisi II untuk membahas persoalan tersebut. Pasalnya, jika mengacu peraturan KPU bagi daerah yang hanya memiliki satu calon tunggal, maka Pilkada harus ditunda sampai 2017. "Sudah kita minta segera mungkin setelah reses kami panggil bersama komisi II untuk tindak lanjuti cari jalan keluar," ujarnya. Politisi Partai Golkar mengatakan, pihaknya juga belum dapat mengambil kesimpulan apakah penundaan Pilkada serentak ke 2017 bagi daerah yang hanya memiliki satu calon menjadi solusi seperti yang sudah ditentukan oleh KPU melalui PKPui No.12/2015 tentang pencalonan kepala daerah. "Kalau belum siap maka kita beri evaluasi untuk dipertimbangkan (penundaan) DPR, tapi karena kita belum terima dan dengarkan langsung secara jauh kesiapan dan masalah-masalah yang memang harus kita dengarkan lebih dahulu apa yang jadi kendala dari KPU," jelasnya. Selain itu, ia menambahkan DPR akan mempertimbangkan tiga opsi yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo agar calon tunggal tidak perlu ditunda pelaksanaannya ke 2017. "Kita belum liat pertimbangan yang disampaikan Kemendagri dan kita akan lihat alasan yang tepat agar tidak merugikan semua pihak yang sudah mengajukan. Kita mesti lihat secara keseluruhan," katanya.





























